Fashion, Investasi Menjanjikan Yang Jarang ‘Dilirik’

Fashion dan penampilan di samping dapat dinikmati keindahannya juga dapat menjadi barang investasi yang berguna di masa depan. Meski termasuk investasi yang bersifat spekulatif, tapi keuntungan yang didapat cukup menjanjikan.

“Investasi di bidang fashion atau investing in fashion memberi keuntungan yang tidak sedikit. Meski begitu, masyarakat terutama pecinta fashion belum banyak yang menangkap peluang tersebut. Padahal peluangnya masih cukup luas untuk dimasuki,” ujar penulis fashion Indonesia, Samuel Mulia di The Phoenix Hotel Yogyakarta, Selasa (27/7).

Samuel mengatakan fashion tidak hanya sebatas busana atau aksesoris saja, tapi juga hal yang lain yang berhubungan dengan fashion seperti jam tangan, tas, koper, atau barang-barang lain.

“Perlu diingat juga tidak semua barang memiliki peluang untuk diinvestasikan karena sangat berhubungan dengan kondisi barang tersebut baik dari sisi brand (merek-red), jenis, kualitas, maupun dari keterbatasan edisi produk tersebut,” ungkapnya.

Samuel mencontohkan koper koleksi pribadinya di awal pembelian hanya dengan harga Rp 6 juta saja. Seiring dengan perjalan waktu, koper miliknya yang tergolong unik dan langka ditawar oleh orang lain dengan nilai yang lebih tinggi dari harga awal. “Bagaimana tidak, koper yang saya miliki tergolong barang langka karena hanya segilintir orang saja yang memilikinya. Jadi harga jualnya meningkat,” katanya.

Investasi ini bersifat spekulatif, Samuel mengungkapkan dari sisi keuangan atau keuntungan tidak bisa langsung dilihat nilainya. Waktu menjadi faktor penting dalam bisnis ini selain juga faktor-faktor lainnya seperti keterbatasan produksi atau limited edition. “Untuk itu dituntut kesabaran untuk bisa melihat keuntungan yang didapat di masa depan,” tukasnya.

Menurutnya untuk mendapatkan barang yang sesuai dengan keinginan sekaligus berpeluang diinvestasikan, maka pecinta fashion atau kolektor dituntut untuk kuat dalam sisi jaringan yakni dengan mengikuti suatu komunitas tertentu.

“Komunitas sangat bermanfaat untuk mempermudah mendapatkan barang yang disukai sekaligus mempermudah dalam penjualan. Selain itu, dalam komunitas pun dapat menambah ilmu karena saling bertukar informasi seputar barang yang menjadi investasi masa depan,” katanya.

Menanggapi investasi di bidang fashion yang diutarakan Samuel, Ketua Umum Paguyuban Pecinta Batik Indonesia (PPBI) Sekar Jagad, Larasati Suliantoro Sulaiman mengatakan bahwa investasi bidang fashion bisa saja dilakukan asalkan bukan pada batik.

“Batik bukan untuk diinvestasikan, tapi harus diturunkan atau diwariskan ke anak cucu kita karena batik adalah pusaka kemanusiaan. Karenanya, batik harus terus dilestarikan dan dikembangkan oleh generasi selanjutnya,” tandasnya.

Source: krjogja

Popularity: 5% [?]

Incoming search terms:

investasi di bidang batik (2),merk tas yg bisa diinvestasikan (1)

Filed Under: Culture

Tags:

See also:

RSSComments (0)

Trackback URL

Leave a Reply