Tas Batik Jadi Idola di Fashion and Craft Indonesia 2010

Tas batik menjadi idola pengunjung asing pameran Fashion and Craft Indonesia 2010 di Jakarta.

Salah satunya adalah tas batik Pekalongan milik Ani. Ani mengaku tas tangan yang berbahan batik Pekalongan miliknya banyak diminati pengunjung ketimbang baju batik Pekalongan yang juga ia jual. “Saya kan bawa hanya 10 item dari Surabaya, eh… ternyata dari hari pembukaan acara saja sudah terjual 6 tas, sekarang sudah dikirim lagi, tapi saya pajang hanya 10 tas,” ujar Ani, selaku salah satu peserta di pameran Fasion and Craft Indonesia 2010 di Jakarta Convention Center, Kamis (22/07/2010).

Tas buatan Ani dibanderol dengan harga Rp 95.000 per item. Walaupun tergolong murah, tapi peminat dari tas tangan ini rata-rata adalah turis asing. “Kalo dari hari pembukaan kebanyakan turis Korea ya, yang beli. Kayak pagi ini aja (pukul 10.00 pagi) sudah terjual dua tas batik ke turis Korea. Kalau orang kita (Indonesia) lebih sering beli baju batik ketimbang tas,” ujar Ani.

Menurut pendapat Ani, para turis asing menyukai tas batik Pekalongan miliknya karena fungsinya yang bisa digunakan kapan saja. “Saya sih kurang tau kenapa ya, tapi mungkin turis-turis itu lebih memilih tas daripada baju. Karena, kalau tas kan bisa digunakan sehari-hari, buat traveling, shopping, atau ke kantor. Nah, kalau baju kan sekali pakai, dicuci. Dan baju-baju batik biasanya digunakan occasionally,” ujar Ani.

Tas batik buatan Ani juga berbeda dari tas batik yang rata-rata dijual di sini. Tas Ani bermotif batik Pekalongan asli dengan pola warna putih, hitam, dan coklat. “Itu juga kali yang banyak disukai turis. Enggak banyak warna, simpel,” tambah Ani.

Source: kompas

Popularity: 21% [?]

Filed Under: CultureTrend

Tags:

See also:

RSSComments (2)

Leave a Reply | Trackback URL

  1. Baju Batik says:

    bati emang gak ada matinyeee

  2. ayo budayakan batik

Leave a Reply