<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>BoliBelle blog</title>
	<atom:link href="http://blog.bolibelle.com/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blog.bolibelle.com</link>
	<description>It&#039;s All About Fashion News</description>
	<lastBuildDate>Thu, 10 May 2012 07:39:29 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	
		<item>
		<title>14 Busana &#8220;Gaga Goes Batik&#8221; Siap Dipilih Lady Gaga</title>
		<link>http://blog.bolibelle.com/news/14-busana-gaga-goes-batik-siap-dipilih-lady-gaga.html</link>
		<comments>http://blog.bolibelle.com/news/14-busana-gaga-goes-batik-siap-dipilih-lady-gaga.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 May 2012 07:38:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bolibelle</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Gaga Goes Batik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.bolibelle.com/?p=1047</guid>
		<description><![CDATA[Diharapkan, Lady Gaga akan bersedia memilih salah satu dari 14 busana batik bertema Gaga Goes Batik, karya siswa Lassale College International di Jakarta, dan mengenakannya dalam konsernya di Jakarta]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Diharapkan, Lady Gaga akan bersedia memilih salah satu dari 14 busana batik bertema Gaga Goes Batik, karya siswa Lassale College International di Jakarta, dan mengenakannya dalam konsernya di Jakarta, 3 Juni 2012. Sebelumnya, busana-busana itu dipamerkan sebagai bagian dari pergelaran 32 Tahun Kiprah Denny Malik: Karya Seni Pertunjukan Budaya Adiluhung, di XXI Ballroom Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Rabu (9/5/2012) malam.</p>
<p>Head of Admission Marketing &#038; Promotion Lassale College International, Douwes Lasmana, berharap, salah satu dari 14 karya tersebut akan dipilih oleh Gaga untuk dikenakannya dalam konser Born This Way Ball World Tour di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, 3 Juni 2012.</p>
<p>&#8220;Dari Big Daddy Entertainment (promotor konser Gaga) mengadakan fashion design. Kami bawa 14 karya untuk dikompetisikan. Dengan ini kami sekalian approach Big Daddy dengan harapan Gaga akan memilih salah satu karya siswa kami,&#8221; jelas Douwes ketika berbincang dengan Kompas.com dalam pameran tersebut.</p>
<p>Dengan karya itu, Lassale College International di Jakarta ingin menunjukkan bahwa penyanyi lagu &#8220;Poker Face&#8221; tersebut bisa terlihat santun dan anggun ketika berbalut busana batik. &#8220;Justru itu, Gaga lagi marak kontroversi baju, yang katanya kurang sopan. Kami melihat ini menjadi suatu peluang mengenalkan budaya Indonesia, kami kaitkan dengan batik dan tenun yang terinspirasi dari Gaga,&#8221; kata Douwes. &#8220;Dari pemahaman saya, Gaga futuristik, unik, tampil beda. Batik bisa dibuat dengan potongan futuristik. Kami mau menunjukkan kalau Gaga enggak selalu terbuka,&#8221; lanjutnya.</p>
<p>Semua busana tersebut didesain berdasarkan hasil riset para siswa Lasalle College International. &#8220;Mereka lebih dulu melakukan riset seperti apa eksperimen yang biasa dilakukan Gaga, mereka diberi kebebasan berkarya,&#8221; jelas Fashion Design Program Coordinator Lasalle College International, Audrey Sillem. &#8220;Hasilnya, ada yang terinspirasi dari  &#8216;Alice in Wonderland&#8217;, Cruella dari &#8217;101 Dalmantian&#8217;, dan &#8216;Japanese Lantern&#8217;,&#8221; sambung Audrey.</p>
<p>Audrey optimistis bahwa untuk penampilan Gaga nanti setidaknya akan ada satu busana anak didiknya yang akan terpilih. &#8220;Dia sangat branding, kalau tidak cocok semua mata dunia akan melihat. Tapi, kami optimistis,&#8221; ujar Audrey.</p>
<p>Source: kompas</p>
<img src="http://blog.bolibelle.com/?ak_action=api_record_view&id=1047&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.bolibelle.com/news/14-busana-gaga-goes-batik-siap-dipilih-lady-gaga.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tampil Gaya dengan Jumpsuit? Siapa Takut..</title>
		<link>http://blog.bolibelle.com/trend/tampil-gaya-dengan-jumpsuit-siapa-takut.html</link>
		<comments>http://blog.bolibelle.com/trend/tampil-gaya-dengan-jumpsuit-siapa-takut.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Apr 2012 03:10:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bolibelle</dc:creator>
				<category><![CDATA[Trend]]></category>
		<category><![CDATA[jumpsuit]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.bolibelle.com/?p=1044</guid>
		<description><![CDATA[Jumpsuit kini mulai merambah dunia fesyen dan masuk kategori pakaian ready to wear.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jumpsuit kini mulai merambah dunia fesyen dan masuk kategori pakaian ready to wear. Bahkan bisa digunakan saat pesta, asal pas memadupadankannya.</p>
<p>Kesan sporty dengan gaya retro-cool pun terlihat ketika Anda memakai jumpsuit. Jumpsuit sangat ideal untuk menciptakan kesan panjang. Tentunya sangat cocok bagi Anda bertubuh pendek.</p>
<p>Modifikasi dalam jumpsuit seperti potongan leher ataupun punggung yang rendah akan menarik mata ke atas dan menambah kesan tinggi pada orang yang memakainya.</p>
<p>Meskipun jumpsuit datang dari dekade berbeda, bukan berarti Anda harus menyesuaikan rambut dan tata rias seperti zamannya. Anda cukup berdandan simpel dengan tata rias natural dan modern.</p>
<p>Ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan dalam memilih jumpsuit. Seperti hindari jumpsuit dengan printheboh ataupun warna terang.</p>
<p>Model jumpsuit sudah cukup menarik perhatian sehingga penambahan print atau warna terang membuat Anda terlihat terlalu berlebihan.</p>
<p>Sementara itu, jumpsuit yang bisa dipakai ke pesta atau acara formal lainnya tentu saja bahannya lebih lembut dan umumnya dengan model celana yang panjang.</p>
<p>Nah, untuk acara santai atau nonformal maka model jumpsuit yang bisa dikenakan model celananya lebih pendek, berbahan ketat dan cenderung ketat.</p>
<h4>Incoming search terms:</h4>jumpsuit batik celana ketat (1)<br><img src="http://blog.bolibelle.com/?ak_action=api_record_view&id=1044&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.bolibelle.com/trend/tampil-gaya-dengan-jumpsuit-siapa-takut.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Gaun Impian di Momen Pernikahan</title>
		<link>http://blog.bolibelle.com/news/gaun-impian-di-momen-pernikahan.html</link>
		<comments>http://blog.bolibelle.com/news/gaun-impian-di-momen-pernikahan.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Apr 2012 23:19:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bolibelle</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Dress]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.bolibelle.com/?p=1041</guid>
		<description><![CDATA[Untuk pertama kalinya, perancang busana Jeffry Tan membuat koleksi pakaian pengantin. Busana tersebut dirilis dalam acara Bazaar Bridal Week 2012 yang berlangsung di The Ritz-Carlton, Pacific Place, Jakarta, 5-8 April 2012. Selama ini, perancang lulusan Esmod Paris tersebut fokus pada busana siap pakai, terutama untuk pakaian pria. ”Untuk baju pengantin, pelanggan biasanya datang langsung pada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Untuk pertama kalinya, perancang busana Jeffry Tan membuat koleksi pakaian pengantin. Busana tersebut dirilis dalam acara Bazaar Bridal Week 2012 yang berlangsung di The Ritz-Carlton, Pacific Place, Jakarta, 5-8 April 2012. Selama ini, perancang lulusan Esmod Paris tersebut fokus pada busana siap pakai, terutama untuk pakaian pria.</p>
<p>”Untuk baju pengantin, pelanggan biasanya datang langsung pada saya, bercerita tentang konsep yang mereka inginkan, lalu saya buatkan desainnya. Saya belum punya koleksi untuk ditunjukkan sebagai pilihan. Sekarang, melalui koleksi ini, saya ingin memberi pilihan itu,” tutur Jeffry, mengemukakan alasan merilis baju pengantin yang berkonsep modern.</p>
<p>Dalam mendesain koleksi pertamanya ini, Jeffry terinspirasi dunia bawah laut. Keindahan dunia tersebut dibawa dan diwujudkan dalam gaun-gaun berwarna off-white (putih kekuningan atau keabu-abuan) dengan detail-detail kecil yang dibuat menggunakan teknik tertentu.</p>
<p>Detail seperti sirip ikan dalam sebuah gaun, misalnya, dibuat dengan laser cut, yaitu teknik memotong aplikasi pola dengan menggunakan laser.</p>
<p>”Teknik ini bisa membuat potongan detail dalam ukuran kecil. Memotongnya juga cepat, bisa sampai ribuan,” tutur Jeffry yang dalam salah satu busananya memakai hingga 3.000 buah aplikasi sirip yang dipotong dengan laser.</p>
<p>Selain aplikasi sirip potong laser, Jeffry memperlihatkan kreativitas dalam detail dengan menggunakan teknik origami dan lattice, yaitu tali yang diatur hingga membentuk silang, yang ditempatkan di bagian punggung gaun. Meski berdetail rumit, potongan gaun secara keseluruhan cukup sederhana, tanpa bentuk menggelembung besar dari bagian pinggang ke bawah.</p>
<p>Karakter konsumen<br />
Meski dengan koleksi pertamanya ini Jeffry bisa memberi pilihan desain bagi konsumen, dia tetap memberi ruang untuk mengubah gaun tersebut sesuai keinginan pemakai. ”Pernikahan adalah saat personal bagi pengantin. Jadi saya harus memperhatikan pendapat mereka, tidak bisa seratus persen menggunakan ide saya. Setiap perempuan pasti punya impiannya sendiri tentang baju pengantinnya,” kata Jeffry.</p>
<p>Pendapat yang sama juga dikemukakan perancang Sapto Djojokartiko. Ketika menerima pesanan, Sapto biasanya mengajak diskusi untuk mengetahui karakter konsumennya.</p>
<p>”Saya meminta dia menunjukkan selera modenya melalui foto-foto baju dan aksesori yang dia sukai dari majalah. Fotonya tidak harus selalu terkait dengan baju pengantin. Dengan cara ini, saya bisa mengetahui karakternya,” kata Sapto.</p>
<p>Setelah mengenal karakter pelanggan, diskusi berlanjut pada konsep pernikahan yang telah ditentukan pengantin. Tempat berlangsungnya acara juga termasuk faktor yang diperhitungkan agar baju yang dikenakan bisa menjadi salah satu fokus perhatian.</p>
<p>”Untuk acara yang diselenggarakan di sebuah ruang yang sangat besar, misalnya, tidak seharusnya memakai gaun sederhana karena tidak akan ’terlihat’. Sebaliknya, di ruang kecil, bajunya jangan terlalu besar dan mewah. Jadi, ketika terlibat dalam sebuah pernikahan, seorang desainer hanya berperan sebagai pengarah,” komentar Sapto.</p>
<p>Tembus pandang<br />
Sapto, yang mengeluarkan koleksi baju pengantin untuk kedua kalinya setelah yang pertama dilakukan tahun lalu, kali ini memperlihatkan desain baju bersiluet sederhana. Beberapa baju bahkan bersiluet ramping seperti gaun malam.</p>
<p>Perancang lulusan Esmod Jakarta ini juga menerapkan desain yang tengah menjadi tren, yaitu menggunakan bahan tembus pandang, seperti tulle, sifon, dan brokat tanpa pelapis kain-kain tebal. Bagian tubuh pemakainya, terutama bagian kaki, dibiarkan terlihat.</p>
<p>”Zaman sekarang, perempuan melakukan berbagai perawatan tubuh. Jadi, ada perempuan yang memang percaya diri untuk mengenakan baju tembus pandang, termasuk untuk baju pengantin,” kata Sapto.</p>
<p>Hal serupa juga dilakukan Deden Siswanto. Deden bahkan memadukan bahan tembus pandang ini dengan kebaya panjang dari beludru, alih-alih menggunakan kain batik yang biasanya dipakai sebagai perpaduan.</p>
<p>Deden juga memodifikasi kebaya hingga berkesan lebih modern dengan menggunakan peplum, yaitu tambahan mirip rok di bagian pinggang untuk menciptakan bentuk agak mengembang di daerah pinggul.</p>
<p>Untuk mereka yang menginginkan kesan artistik, Tex Saverio memberi pilihan dalam peragaan yang menjadi bagian dari acara pembukaan pada Kamis (5/4/2012) malam. Meski desainnya berkonsep mudah dikenakan dibandingkan busana yang selama ini didesain, rancangan desainer yang akrab dipanggil Rio tersebut tetap berkesan mewah.</p>
<p>Selain Jeffry, Sapto, dan Rio, acara peragaan khusus busana pengantin ini juga memperlihatkan karya Era Soekamto, Luwi Saluadji, Tri Handoko, Adjie Notonegoro, dan perancang senior Ramli di acara penutup pada Minggu malam.</p>
<p>Source: Kompas</p>
<h4>Incoming search terms:</h4>kebaya gisel di acara hitam putih (3),model kebaya gisel (2),kebaya gisel di hitam putih (2),baju malam pengantin blog (1),pengantin memakai gaun malam (1),model kebaya yang di pake gisele di acara hitam putih (1),model kebaya batik yang di pake gisele (1),kebaya yang dipakai gisel di hitam putih (1),kebaya gisell acara hitam putih (1),kebaya gisele di hitam-putih (1),kebaya gisel malam ini (1),kebaya di acara hitam putih (1),gaun pengantin tanpa kemben (1),gaun malam tembus warna kulit (1),desain kebaya gisel (1),desaigner batik yang di pakai gisel di acara hitam putih (1),sepatu hitam yang dipakai gisel (1)<br><img src="http://blog.bolibelle.com/?ak_action=api_record_view&id=1041&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.bolibelle.com/news/gaun-impian-di-momen-pernikahan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Batik Kliwonan Tetap Eksis di Tengah Gempuran Batik China</title>
		<link>http://blog.bolibelle.com/news/batik-kliwonan-tetap-eksis-di-tengah-gempuran-batik-china.html</link>
		<comments>http://blog.bolibelle.com/news/batik-kliwonan-tetap-eksis-di-tengah-gempuran-batik-china.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Mar 2012 00:12:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bolibelle</dc:creator>
				<category><![CDATA[Culture]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Sragen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.bolibelle.com/?p=1039</guid>
		<description><![CDATA[Batik telah menjadi warisan budaya yang telah diakui dunia.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Batik telah menjadi warisan budaya yang telah diakui dunia. Seiring perkembangan, batik telah mengalami evolusi dan motif-nya mengikuti mode.</p>
<p>Jika awalnya motif batik kecil-kecil, pada 2012 ini trend bergeser menjadi motif  besar-besar atau kelihatan nyata.</p>
<p>“Motif memang terus mengalami perkembangan cukup menyenangkan, sebab motif berkembang karena seorang pemakai batik juga terlihat elegan dan bagus,” papar Hartatik, salah seorang pengrajin batik di Desa Wisata Batik Kliwonan, Pilang, Sragen, Jawa Tengah, kepada Okezone.</p>
<p>Dia menambahkan kunjungan wisatawan ke desa tersebut mengalami peningkatan.  Beberapa di antaranya membeli grosir, namun ada juga yang membeli eceran. Bahkan jika pengunjung menginginkan motif tertentu dan itu bisa disanggupi pengrajin maka juga akan dibuatkan.</p>
<p>“Kalau memang pengrajin ingin dibuatkan motif yang bisa dikerjakan oleh pembatik maka tidak masalah. Artinya tetap akan dilayani,” tambahnya.</p>
<p>Menurut Hartatik, meskipun saat ini omzet pembeli yang datang ke desa batik mulai mengalami peningkatan, namun membanjirnya pembeli selalu terjadi setiap menjelang arus balik saat lebaran.</p>
<p>Rata-rata warga Sragen, Jawa Tengah, yang ingin pulang balik ke tempatnya mencari rejeki atau kota-kota lainnya di pulau Jawa, biasanya juga membeli oleh-oleh di pusat desa Wisata Batik Kliwonan.</p>
<p>“Ada yang pertama kali membeli malah sekarang menjadi pedagang batik di kotanya. Hal ini cukup menggembirakan,” imbuhnya.</p>
<p>Mengunjungi Desa Wisata Batik Kliwonan di Sragen ini tidaklah tidak terlalu sulit. Sebab daerah tersebut mudah untuk dijangkau, apalagi suasana pedesanan dengan hamparan sawah hijau membentang langsung menyapa ketika memasuki wilayah Desa batik Kliwonan.</p>
<p>Keramahan penduduknya terpancar dari tatapan bersahabat dan senyum tulus tersungging, kala saling berpapasan. Di desa nan indah inilah pusat pengrajin batik tulis tradisional yang menjadi salah satu icon dan produk unggulan di Sragen, Jawa Tengah.</p>
<p>“Awalnya daerah tersebut bukan pembatik seperti kebanyakan desa lain.<br />
Umumnya warga Kliwonan, Sragen, bermata pencaharian sebagi petani dan pedagang. Sayangnya, musim tanam tak terjadi sepanjang tahun. Saat bukan musim tanam, mereka tidak memiliki kegiatan yang berarti, lantas mereka menekuni batik tulis,” tambah Hartatik.</p>
<p>Tipikal masyarakat Kliwonan, Pilang, Sragen, yang tak suka berpangku tangan menjadikan mereka melirik usaha batik sebagai kegiatan untuk mengisi waktu. Namun lama kelamaan menjadi sumber pendapatan selama bukan musim tanam.</p>
<p>Semula, selain dirinya, awal berdirinya sentra batik di Desa Kliwonan ini, dimotori hanya empat orang warga yang mencoba terjun ke bisnis batik. Mereka mempelajari seni membatik, kemudian mengembangkannya secara sederhana.</p>
<p>Seiring berjalannya waktu, penduduk Kliwonan yang menekuni batik bertambah jumlahnya. Mereka pun mempelajari strategi pemasaran dan teknologi pembuatan batik yang lebih lengkap dan modern, sehingga dapat memproduksi dan memasarkan sendiri produknya secara lebih profesional.</p>
<p>“Saat ini, hampir mayoritas penduduk Kliwonan mulai membatik. Bahkan, hasilnya banyak di jual di luar kota Sragen,” kata dia</p>
<p>Bagaimana menghadapi batik dari China ? Hartatik mengaku tidak terlalu khawatir. Sebab batik China dan batik asli Kliwonan, Pilang, Sragen, mempunyai ciri khas yang berbeda.</p>
<p>Jika batik Kliwonan itu batik tulis yang dibuat dari bahan-bahan alami sehingga hasilnya lebih bagus dan indah, sementara batik China itu dicap sehingga sudah tertata rapi.</p>
<p>“Dari segi harga memang lebih murah dari China. Sedangkan batik Kliwonan menggunakan tangan dan penuh ketelitian. Sehingga hasilnya luar biasa,” ungkap Hartatik sedikit berpromosi.</p>
<h4>Incoming search terms:</h4>batik tulus di sleman (1),desa batik kliwonan sragen (1)<br><img src="http://blog.bolibelle.com/?ak_action=api_record_view&id=1039&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.bolibelle.com/news/batik-kliwonan-tetap-eksis-di-tengah-gempuran-batik-china.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Siswa SD Belajar Membatik</title>
		<link>http://blog.bolibelle.com/culture/siswa-sd-belajar-membatik.html</link>
		<comments>http://blog.bolibelle.com/culture/siswa-sd-belajar-membatik.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Mar 2012 04:30:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bolibelle</dc:creator>
				<category><![CDATA[Culture]]></category>
		<category><![CDATA[Batik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.bolibelle.com/?p=1036</guid>
		<description><![CDATA[Siswa kelas IV SD Pangudiluhur Santo Timotius Solo belajar membatik menggunakan canting di halaman sekolah, Rabu (21/3/2012). Kegiatan membatik yang diikuti sekitar 138 siswa tersebut sebagai bentuk pengenalan budaya serta mendidik anak telaten dan kreatif.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Siswa kelas IV SD Pangudiluhur Santo Timotius Solo belajar membatik menggunakan canting di halaman sekolah, Rabu (21/3/2012). Kegiatan membatik yang diikuti sekitar 138 siswa tersebut sebagai bentuk pengenalan budaya serta mendidik anak telaten dan kreatif.</p>
<img src="http://blog.bolibelle.com/?ak_action=api_record_view&id=1036&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.bolibelle.com/culture/siswa-sd-belajar-membatik.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jambi Juga Punya Batik Lho</title>
		<link>http://blog.bolibelle.com/news/jambi-juga-punya-batik-lho.html</link>
		<comments>http://blog.bolibelle.com/news/jambi-juga-punya-batik-lho.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Mar 2012 05:14:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bolibelle</dc:creator>
				<category><![CDATA[Culture]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Batik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.bolibelle.com/?p=1033</guid>
		<description><![CDATA[Batik tidak hanya dimiliki Yogya. Jika berkunjung ke Jambi, Anda juga bisa menemukan batik di sana.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Batik tidak hanya dimiliki Yogya. Jika berkunjung ke Jambi, Anda juga bisa menemukan batik di sana. Batik tulis Jambi memiliki ciri tersendiri baik dari segi warna maupun motifnya yang ceria. Cocok untuk oleh-oleh.</p>
<p>Batik Jambi memang belum seterkenal batik yang ada di Yogya, tetapi tahukah Anda kalau batik Jambi juga tak kalah bagusnya dengan batik Yogya? Jika dilihat dari dekat, batik Jambi memang tampak berbeda dengan batik Jawa. Ini bisa dilihat dari motif yang digunakan, seperti kupu-kupu, kembang duren, kapal sanggat, cendawan dan ayam tampak lebih ceria.</p>
<p>Warna yang dipakai pun lebih bervariasi dan cenderung berwarna-warni. Ya, batik Jambi memang beraneka warna, ini sebagai simbol keceriaan dan keriangan masyarakat Jambi. Pewarna batik yang digunakan para pengrajin batik di Jambi, berasal dari bahan-bahan alami, yaitu campuran beraneka ragam kayu dan tumbuh-tumbuhan.</p>
<p>Sama seperti batik yang ada di Jawa, proses pembuatan batik jambi ada dua jenis, yaitu batik tulis dan cap. Untuk batik tulis, proses pencantingan menggunakan lilin tetap dilakukan, begitu pula dengan batik cap yang polanya di cap ke kain. Untuk bahan, biasanya batik Jambi menggunakan sutera atau katun.</p>
<p>Nah, masalah harga batik bervariasi, tergantung dari cara pembuatan dan bahan. Batik tulis memiliki harga lebih mahal dibanding batik cap. Begitu pula dengan batik berbahan sutera, lebih mahal ketimbang batik berbahan katun.</p>
<p>Sentra batik Jambi bisa Anda kunjungi di Kampung Olak Kemang, Kecamatan Danau Teluk, Jambi. Jika berkunjung ke sana, Anda bisa melihat langsung proses pembuatan batik yang dibuat puluhan pengrajin.</p>
<p>Saat ini, kerajinan batik Jambi sudah banyak diminati tidak hanya oleh masyarakat Jambi, tetapi juga wisatawan luar Jambi. Biasanya, mereka menjadikan batik Jambi sebagai oleh-oleh setelah berlibur. Anda pun tak boleh ketinggalan untuk membelinya untuk oleh-oleh kerabat di kota asal.</p>
<p>Akses menuju sentra batik Jambi di Kampung Olak Kemang tidaklah sulit. Dari Bandara Sultan Thaha Syaifuddin menuju sentra batik, Anda bisa menggunakan kendaran umum atau pun kendaran pribadi. Lokasinya yang cukup dekat dari bandara, hanya menghabiskan waktu sekitar 30 menit.</p>
<p>Jadi, jangan sampai lewatkan sentra batik ya saat berkunjung ke Jambi nanti!</p>
<p>Source: detik travel</p>
<h4>Incoming search terms:</h4>batik chic kemang (3),cara membuat batik jumputan (1),cara membuat batik jumputan dengan sembilan warna (1),Cara membuat Batik jumputan tiga warna (1),membuat batik jumputan (1)<br><img src="http://blog.bolibelle.com/?ak_action=api_record_view&id=1033&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.bolibelle.com/news/jambi-juga-punya-batik-lho.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Batik Fractal Perkenalkan Software J-Batik Mini</title>
		<link>http://blog.bolibelle.com/news/batik-fractal-perkenalkan-software-j-batik-mini.html</link>
		<comments>http://blog.bolibelle.com/news/batik-fractal-perkenalkan-software-j-batik-mini.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Mar 2012 04:50:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bolibelle</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Software]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.bolibelle.com/?p=1031</guid>
		<description><![CDATA[Setelah meluncurkan peranti lunak untuk mendesain batik, J-Batik Software, Batik Fractal memperkenalkan J-Batik Mini, sebuah peranti lunak yang dirancang khusus untuk para pemula.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah meluncurkan peranti lunak untuk mendesain batik, J-Batik Software, Batik Fractal memperkenalkan J-Batik Mini, sebuah peranti lunak yang dirancang khusus untuk para pemula.</p>
<p>&#8220;J-Batik Mini diperkenalkan kepada para desainer muda agar semakin mudah menyusun motif baru,&#8221; kata Chief Executive Officer Batik Fractal, Nancy Margried, usai merilis J-Batik Mini pada ajang Mega Bazaar Computer 2012 di Jakarta Convention Centre, Sabtu, 3 Maret 2012.</p>
<p>Dalam peranti J-Batik Mini terdapat lima motif batik yang disertai dengan beberapa layout yang memungkinkan pengguna bisa mendesain beragam motif batik.<br />
Di dalam peranti lunak ini sudah tersedia fitur untuk mendesain batik, menambah, mengganti warna, memperbanyak motif batik, dan sebagainya.</p>
<p>Nancy mengatakan versi J-Batik Mini masih dalam tahap persiapan untuk dipasarkan ke konsumen. &#8220;Kami bekerja sama dengan Intel untuk menjual J-Batik Mini di IntelApp,&#8221; katanya.<br />
Adapun versi J-Batik yang dirancang untuk para profesional hingga saat ini sudah digunakan oleh 400 pengguna.<br />
Selain untuk konsumen di dalam negeri, peranti ini juga sudah digunakan oleh desainer di Inggris dan Swedia. Peranti J-Batik ini dijual dengan harga Rp 300 ribu per unit software.</p>
<p>Menurut Nancy, J-Batik memudahkan para perajin batik dalam mendesain motif batik. Selama ini desain batik menggunakan pensil di media kertas yang menghabiskan waktu lama. &#8220;Nah, dengan J-Batik proses desain bisa dilakukan dengan cepat, bahkan bisa beberapa motif.”<br />
Nancy menambahkan bahwa peranti lunak ini akan banyak membantu para perajin batik tradisional dalam mengembangkan desain. Motif yang ada dalam J-Batik diambil dari beragam motif yang ada di daerah di seluruh Indonesia.</p>
<p>Sebenarnya, peranti lunak ini bisa digunakan untuk mendesain dalam banyak media, tidak saja untuk batik, tapi juga untuk poster, wallpaper, bahkan untuk furniture. &#8220;Tapi sekarang memang lebih banyak untuk mengembangkan kerajinan batik tradisional,&#8221; katanya.<br />
Nancy mengatakan terdapat sejumlah hambatan dalam mengembang software yang menerapkan prinsip matematika ini. Antara lain, kebiasaan masyarakat Indonesia yang masih senang menggunakan software bajakan.<br />
Kemudian hambatan selanjutnya pada aspek pendanaan. &#8220;Perbankan di Indonesia tidak bisa memberikan kredit karena ini industri yang mengandalalkan hak kekayaan intelektual, padahal kalau di luar negeri perbankan bisa memberikan kredit dengan jaminan hak paten,&#8221; katanya.<br />
Untuk pemasaran J-Batik ini juga masih menemui kendala dalam hal sistem pembayaran secara online. Selama ini proses pembelian dengan cara memesan, kemudian dikirim atau dengan mengunduh di batikfractal.com.</p>
<p>Sejak resmi diluncurkan pada 2007, Batikfractal pernah mendapatkan sejumlah pendanaan, seperti dari pemerintah, lembaga asing, maupun dalam negeri. Dia mengaku bantuan dari pemerintah tidak banyak.<br />
Terakhir, Batikfractal mendapat pendanaan dari Sampoerna Foundation sebesar Rp 100 juta. &#8220;Kami sudah merancang untuk bekerja sama dengan beberapa investor,&#8221; katanya.</p>
<p>Source: yahoo</p>
<h4>Incoming search terms:</h4>desain likusan fractal (1),software batik (1)<br><img src="http://blog.bolibelle.com/?ak_action=api_record_view&id=1031&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.bolibelle.com/news/batik-fractal-perkenalkan-software-j-batik-mini.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Indonesia Butuhkan Standarisasi Ukuran Pakaian</title>
		<link>http://blog.bolibelle.com/news/indonesia-butuhkan-standarisasi-ukuran-pakaian.html</link>
		<comments>http://blog.bolibelle.com/news/indonesia-butuhkan-standarisasi-ukuran-pakaian.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Mar 2012 13:33:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bolibelle</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Ukuran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.bolibelle.com/?p=1029</guid>
		<description><![CDATA[Sukses menggelar ajang Indonesia Fashion Week tidak lantas tugas para desainer selesai. Menentukan standarisasi ukuran pakaian (sizing) harus segera dilakukan.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sukses menggelar ajang Indonesia Fashion Week tidak lantas tugas para desainer selesai. Menentukan standarisasi ukuran pakaian (sizing) harus segera dilakukan.</p>
<p>Indonesia Fashion Week (IFW) 2012 baru saja selesai. Ajang yang baru kali pertama ini mendapatkan respons baik dari masyarakat dan pemerintah, juga memberikan pengaruh positif bagi perkembangan industri mode Tanah Air.</p>
<p>Menurut Penasihat IFW Poppy Dharsono, industri mode di Indonesia telah mengalami perkembangan yang begitu pesat. Sekira 17 tahun ia dan teman-teman desainer berjuang untuk mengembangkan fesyen Indonesia agar dikenal secara internasional. Usaha itu pun tidak sia-sia dengan terwujudnya ajang IFW yang diselenggarakan di Jakarta Convention Center, Senayan, mulai 23-26 Februari lalu.</p>
<p>“Ini langkah awal menuju yang lebih besar. Kami bersyukur ajang ini bukan hanya sebagai perayaan fesyen semata, namun ada perdagangan di dalamnya,” tutur Poppy, belum lama ini.</p>
<p>Untuk menuju ke rancah internasional, menurut Poppy, perlu diseragamkan dalam hal ukuran jenis pakaian.</p>
<p>“Kita harus ada standarisasi mengenai sizing, karena ukuran Eropa dan Asia itu jauh beda. Oleh karena itu, hal seperti ini perlu dibicarakan oleh semua pelaku industri kreatif,” lanjutnya.</p>
<p>Demi mewujudkan itu semua, Poppy beserta teman-teman pelaku industri mode dan Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) akan mencanangkan standarisasi mengenai ukuran pakaian.</p>
<p>“Hal ini memang perlu diterapkan jika ingin meraih pasar internasional,” tutupnya.  </p>
<p>Source: krjogja</p>
<h4>Incoming search terms:</h4>ukuran paten baju (1)<br><img src="http://blog.bolibelle.com/?ak_action=api_record_view&id=1029&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.bolibelle.com/news/indonesia-butuhkan-standarisasi-ukuran-pakaian.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tafsir Lukisan pada Busana</title>
		<link>http://blog.bolibelle.com/trend/tafsir-lukisan-pada-busana.html</link>
		<comments>http://blog.bolibelle.com/trend/tafsir-lukisan-pada-busana.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 27 Feb 2012 23:05:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bolibelle</dc:creator>
				<category><![CDATA[Trend]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia Fashion Week 2012]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.bolibelle.com/?p=1025</guid>
		<description><![CDATA[The Fashion Painter Parade menjadi salah satu tema yang diambil oleh empat desainer]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>The Fashion Painter Parade menjadi salah satu tema yang diambil oleh empat desainer: Rudy Chandra, Jeanny Ang, Sofie, dan Barli Asmara, untuk menampilkan koleksi terbaru mereka di panggung Indonesia Fashion Week 2012, Assembly Hall, Jakarta Convention Center, Jumat (24/2/2012) lalu. Inspirasi ini diambil dari keindahan warna-warna kosmetik PAC keluaran Martha Tilaar Group.</p>
<p>Untuk menggambarkan keindahan warna, Rudy Chandra menuangkan inspirasinya dalam busana tradisional Korea atau Hanbok. Uniknya, Rudy menghadirkan warna neon yang menyala, seperti hijau muda, kuning, pink, sampai peach yang unik. Busana ala Korea ini dimodifikasi dengan berbagai sentuhan khas Asia seperti pita besar pada bolero yang transparan, blazer yang simpel dengan warna menyala, serta beberapa koleksi gaun panjang dengan tambahan aplikasi bunga dan draperi di pinggir rok mini. Beberapa busana two pieces ditampilkan dengan sentuhan asimetris dan coat panjang dengan kombinasi warna yang berani dan cerah, seperti pink dan hijau.</p>
<p>Sedangkan pada sesi kedua, Jeanny Ang menjawab tantangan fashion painter dengan menunjukkan koleksi busana yang bertemakan mimpi. Koleksi busananya terkesan sedikit meriah dengan banyaknya aplikasi ruffles di seluruh bagian busana, sehingga tampak seperti busana dari negeri dongeng.</p>
<p>Berbagai pilihan gaun cokctail dan gaun mini penuh rimpel tampil dalam warna biru tua, putih, abu-abu, dan biru muda. Uniknya, ia juga mengombinasikan beberapa outfit dengan aplikasi bunga dari brokat yang besar. Busananya banyak menggunakan model one shoulder, kemben, atau cocktail, dengan penggunaan detail payet sebagai aksesori.</p>
<p>Ledakan fashion<br />
Hadriani Ahmad Sofiyulloh memilih ledakan sebagai jawaban untuk melukiskan keindahan busana ciptaannya. Sesuai dengan ciri khasnya yang banyak bermain dengan payet, bordir, permainan warna, serta nuansa etnik, perancang yang lebih dikenal dengan nama Sofie ini membawa keetnikan Indonesia dalam tema Explotion yang dihadirkannya.</p>
<p>Pilihan warnanya didominasi dengan paduan warna oranye dan hitam dengan motif-motif etnik Indonesia, seperti jumputan, berlian batik, sampai batik lawasan. Beberapa koleksi gaun mini asimetris dengan aplikasi tangan dan rok balon tampak hadir di beberapa koleksinya. Busana jumpsuit mini dari batik lawasan dengan tambahan list pita di bagian kaki semakin membuatnya cantik. Ada pula jumpsuit asimetris sebatas lutut dengan tambahan kantung besar di sisinya, memberi kesan unik dan muda.</p>
<p>Barli by Barli Asmara yang merupakan second line dari desainer Barli Asmara juga hadir mengusung tema simpel namun tetap chic. Barli banyak bermain dengan kain polos dalam warna-warna merah, oranye, putih, dan hitam. Yang paling mencolok adalah penggunaan warna hitam yang mendominasi seluruh koleksinya.</p>
<p>Jika biasanya rancangannya dipadukan dengan aplikasi kristal dan payet, kali ini Barli menampilkan koleksi yang lebih simpel. Ia hanya mengandalkan permainan warna pada salah satu sisi busananya. Sleeveless top dengan turtle neck, dengan tambahan juntaian kain, banyak dipilih Barli untuk dipadukan dengan rok rajut tak berjahit yang dililit secara asimetris.</p>
<p>Turtle neck juga menjadi pilihan pada gaun tanpa lengan dengan rok berpotongan A-line membuat gaun ini tak terkesan monoton. Beberapa aksen ruffles yang terbuat dari aplikasi anyaman garis juga terasa pada rok yang dipadupadankan dengan beberapa atasan sederhana.</p>
<p>Source: kompas female</p>
<h4>Incoming search terms:</h4>indonesia fashion week 2012 blog (2),lukisan nuansa jpang animals (1)<br><img src="http://blog.bolibelle.com/?ak_action=api_record_view&id=1025&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.bolibelle.com/trend/tafsir-lukisan-pada-busana.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Indonesia Fashion Week Lahirkan &#8220;Entrepreneur&#8221; Fashion</title>
		<link>http://blog.bolibelle.com/news/indonesia-fashion-week-lahirkan-entrepreneur-fashion.html</link>
		<comments>http://blog.bolibelle.com/news/indonesia-fashion-week-lahirkan-entrepreneur-fashion.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 27 Feb 2012 23:03:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bolibelle</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia Fashion Week 2012]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.bolibelle.com/?p=1023</guid>
		<description><![CDATA[Indonesia Fashion Week 2012 menelorkan empat desainer muda, pemenang Indonesia Fashion Entrepreneur Competition diadakan Sarung Gajah Duduk.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Indonesia Fashion Week 2012 menelorkan empat desainer muda, pemenang Indonesia Fashion Entrepreneur Competition diadakan Sarung Gajah Duduk. Para desainer muda ini dinilai kreatif mengolah sarung menjadi busana siap pakai serta memiliki kesiapan untuk berkiprah di industri fashion terutama busana ready to wear. Selain memenangkan trofi dan uang tunai seperti ketiga pemenang lainnya, pemenang utama pada kompetisi ini juga akan difasilitasi untuk mengikuti pameran fashion di Hong Kong. </p>
<p>Empat entrepreneur fashion tersebut adalah Shahnaz Soraya yang terpilih sebagai pemenang utama. Kemudian Ilham Mulyadi di posisi kedua, dan posisi selanjutnya secara berturut-turut adalah Natasha Dame Novita dan Rianti Oktaviany Tantra. Dengan berbagai latar belakang, keempat desainer ini dinilai layak menjadi duta muda ready to wear Indonesia dan mampu memberikan kontribusi nyata atas industri busana siap pakai yang perlu terus digalakkan termasuk melalui perhelatan mode terbesar, Indonesia Fashion Week 2012 berlangsung 23-26 Februari lalu.</p>
<p>Tim juri kompetisi yang terdiri dari Susan Budihardjo dari Lembaga Pengajaran Tata Busana Susan Budihardjo, Amy Wirabudi selaku Ketua Umum IFW 2012, Retno Murti yang menjabat sebagai Pemimpin Redaksi FashioPro, Wulan Tilaar selaku Direktur Martha Tilaar Group, serta Azza Dina selaku owner Sarung Gajah Duduk, sebelumnya memilih delapan finalis, desainer muda potensial, dalam kompetisi ini. Delapan finalis berkesempatan tampil di panggung busana IFW 2012, menghadirkan masing-masing tiga koleksi terbaiknya.</p>
<p>Seusai pagelaran busana, di hari terakhir IFW 2012 pada Minggu (26/2/2012), terpilihlah empat pemenang favorit. Bagi Susan, sebagai pendidik dan salah satu dewan juri, semua pemenang memiliki kreativitas dan inovasi yang layak dibanggakan. Namun untuk memilih pemenang kompetisi entrepreneurship ini, diperlukan satu sosok yang memang siap dan matang untuk terjun di industri fashion ready to wear Indonesia.</p>
<p>&#8220;Yang kreatif banyak, dari segi desainnya. Namun yang juga dicari adalah kesiapan desainer tersebut. Jadi bukan sekadar mencari bakat baru. Setiap anak memiliki karakter, namun juara pertama paling siap dibandingkan yang lainnya,&#8221; jelas Susan saat ditemui Kompas Female seusai pengumuman pemenang kompetisi di Assembly Hall, Jakarta Convention Center, Minggu (26/2/2012) lalu.</p>
<p>Menurut Susan, banyak desainer muda yang memiliki kreasi hebat namun masih lemah dari segi entrepreneurship. Padahal kesiapan untuk memproduksi tak kalah pentingnya dengan kreativitas dalam merancang busana. Selain perlu mengasah kemampuan dalam berbisnis fashion, menurut Susan, desainer muda juga perlu mengikuti kompetisi semacam ini untuk menjadi wadah mengenalkan kualitas personal juga rancangannya.</p>
<p>&#8220;Ikut kompetisi membuka jalan untuk dikenal, dengan cara yang lebih cepat,&#8221; tandasnya.</p>
<p>Source: kompas female</p>
<h4>Incoming search terms:</h4>blog fashion (1),fashion (1),indonesia fashion week 2011 shahnaz soraya (1),indonesia fashion week blog (1)<br><img src="http://blog.bolibelle.com/?ak_action=api_record_view&id=1023&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.bolibelle.com/news/indonesia-fashion-week-lahirkan-entrepreneur-fashion.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

