Calvin Klein Beli Tommy Hilfiger US$3 Miliar
bolibelle | Mar 18, 2010 | Comments 0
Phillips-Van Heusen, pemilik Calvin Klein, setuju membeli merek Tommy Hilfiger dari Apax senilai US$$3 miliar. Kesepakatan lain juga diatur untuk ekspansi di Eropa dan Asia.
Kesepakatan ini membuat Phillips-Van Heusen menjadi pemasok terbesar pakaian pria di department store Amerika Serikat (AS), dan akan terus menjadikan Hilfiger, pendiri Tommy Hilfiger, sebagai perancang utama pakaian itu.
Ini juga akan menambah satu lagi nama profil unggulan bagi perusahaan mode PVH yang juga rumah mode untuk Izod dan Calvin Klein. PVH juga mendistribusikan pakaian pria di bawah label Kenneth Cole New York, Michael Kors, Donald Trump dan DKNY.
Berita dari perjanjian Phillips-Van Heusen ini mendorong saham sekitar 10%. Meskipun begitu, menurut Moody’s Investors Service dan Standard & Poor, Heusen bisa saja memotong rating pada perusahaan dengan alasan mendanai kesepakatan itu.
Kesepakatan itu akan menandai berakhirnya Apax, perusahaan ekuitas swasta yang berbasis di London, dalam upaya menawarkan ikon merek itu kepada publik. Perusahaan ini telah dibeli pada 2006 sebesar US$1,6 miliar.
Perusahaan swasta kini semakin mampu berinvestasi ke publik dan pasar telah semakin stabil. Proses pengambilan perusahaan publik menjadi lebih problematis.
“Apax telah membuat 4-5 kali usulan dalam kesepakatan investasi dan tetap memegang 7% saham di PHV setelah kesepakatan itu,” ungkap sumber yang familiar dengan permasalahan ini.
“Kesepakatan ini masuk akal, ditinjau dari harga saham PVH yang naik. Banyak orang di luar sana melihat bahwa meskipun akuisisi cukup mahal, mereka masih mendapatkan harga tergolong rendah,” ungkap Toon van Beeck, pengamat dari IBISWorld.
Penilaian diperkirakan dilakukan delapan kali berupa pendapatan sebelum bunga, pajak, depresiasi dan amortisasi.
“Harga tampaknya masuk akal dan perjanjian strategis ini membuat semuanya menjadi masuk akal bagi kami,” ungkap Morningstar, dalam catatan yang ditujukan kepada investor.
Tommy Hilfiger telah menghabiskan beberapa tahun terakhir untuk memperbaiki kerusakan dan mengubah fokusnya ke pembeli pada kelompok utama. Ini menyebabkan penurunan penjualan setelah logo desain baru menjadikannya sebagai ikon urban streetwear, karena ikon ini malah semakin terasing dari pelanggan mereka yang kaya. Sekarang, perusahaan ini berkembang lebih cepat di luar negeri, dibandingkan di AS.
“Ini kesempatan untuk benar-benar mengubah Tommy Hilfiger sebagai merek yang pernah menjadi mode pada 1990-an dengan tanpa mengalami kematian,” ungkap van Beeck.
“Saya tidak berpikir Apax Mitra tidak cukup pantas untuk merek ini. Namun Van Heusen memang lebih akrab dengan bisnis pakaian pria,” kata Donna Reamy, associate professor di Departemen Desain Fesyen di Virginia Commonwealth University, Richmond.
CEO Hilfiger Fred Gehring mengatakan kesepakatan PVH masuk akal, meski sebelumnya Apax berencana mengambil Hilfiger dari publik.
“Ketika Anda memiliki penjualan strategis, norma yang sering terjadi adalah Anda juga kehilangan sedikit identitas. PVH dalam transaksi dengan Calvin Klein tujuh tahun lalu telah menunjukkan bagaimana hal ini dapat dilakukan dengan cara berbeda,” ungkap Gehring yang akan tetap sebagai chief executive, bergabung dengan dewan PVH, dan ikut mengambil andil dalam operasi PVH secara internasional.
PVH mengharapkan kesepakatan meningkatkan penghasilan 20 sen hingga 25 sen per saham di tahun fiskal ini. Mereka juga sepakat menambah 75 sen per saham untuk US$1 per saham di tahun fiskal berikutnya, yang berakhir 29 Januari 2012.
Perusahaan investasi swasta Blue Harbour Group, yang memiliki sekitar 1,5 juta saham Phillips-Van Heusen mengatakan sangat mendukung kesepakatan ini. “Ada potensi saham bergerak naik dari langkah yang telah kita lihat hari ini,” kata Michael James, pialang senior di Wedbush Morgan, Los Angeles.
Phillips-Van Heusen akan membayar US$2.6 miliar dalam bentuk tunai dan US$380 juta dalam saham biasa untuk Tommy Hilfiger. Phillips-Van Heusen berharap menggunakan US$3.05 miliar pada utang, US$385 juta dalam bentuk tunai, US$200 juta dalam saham preferen dan US$200 juta dari penawaran saham umum dalam pembiayaan kesepakatan dan pembiayaan kembali utang lainnya.
“Perusahaan membayar harga sangat wajar untuk merek besar seperti itu,” ungkap Chief Executive PVH, Emanuel Chirico.
Mereka mengharapkan US$300 juta dalam aliran kas tahunan, dan berencana melunasi US$200 juta utang 2011.
Kesepakatan tidak akan mengubah hubungan PVH dengan merek lain serta lisensi lainnya, tambah Chirico. Perusahaan membuat penghematan biaya tahunan US$40 juta dari kesepakatan, dan mengharapkan dapat menutupnya pada kuartal kedua.
Peter J Salomo Co adalah pemimpin PVH untuk bagian penasihat keuangan. Barclays Capital, Deutsche Bank, Bank of America Merrill Lynch, dan RBC Capital Markets juga bertindak sebagai penasihat keuangan dan akan mengatur pembiayaan untuk transaksi.
Source: inilah
Popularity: 6% [?]
Filed Under: News
See also:
- Tommy Hilfiger Resmi Dijual
- Jam Tangan Ukuran Besar Bakal Ngetren
- Apa Saja Jenis Fesyen Favorit Kate Middleton?
- Armani Tarik Penjualan Kaus Berlogo Garuda Pancasila
- Koleksi Penuh Warna, Tren di Milan Fashion Week
- Tenun Cual Luncurkan Motif Terbaru 2011
- Birkin Bag Terbaru Victoria Beckham
- Jogging Dengan Pakaian ‘Glow in th dark’
- Mantan Pelacur yang Sukses di Atas Catwalk
- Vintage, Klasik Warnai London Fashion Week



