Nahkoda Rumah Mode
bolibelle | Jun 01, 2010 | Comments 0
Waktu tidak pernah berhenti berputar, begitu juga dengan industri mode. Desainer dalam suatu rumah mode datang silih berganti.
Mereka bertahan bila koleksinya dipuji para editor mode dunia dan laris manis di pasaran, lalu mundur bila kritik tajam mulai berdatangan dan tingkat penjualan menurun tajam. Seperti halnya yang terjadi di rumah mode Emanuel Ungaro. Sepeninggal Esteban Cortazar, direktur kreatif yang memutuskan mundur dari Ungaro akibat ketidaksepahaman prinsip, Ungaro membanting setir dan mengontrak party girl Lindsay Lohan.
Chief Executive Ungaro pada waktu itu, Mounir Moufarrige, mengatakan bahwa Lohan diharapkannya bisa membawa semangat muda dalam label dengan gayanya yang khas. Bersama-sama Estrella Arch, Lohan pun melakukan debutnya sebagai konsultan kreatif. Namun, koleksinya justru mendapat kritik tajam di Paris Fashion Week.
Dua situs fashion ternama, Women’s Wear Daily dan Style.com, menyebut koleksi Lohan “payah” dan “tidak sesuai dengan semangat Ungaro”.
Setelah “badai” Lohan, Ungaro pun akhirnya memutuskan untuk kembali mempekerjakan seseorang yang ahli di bidangnya. Tanggung jawab tersebut akhirnya jatuh ke tangan Giles Deacon, desainer muda Inggris. Dia menjadi favorit karena rancangannya yang bernapas edgy dengan sedikit sentuhan gotik. Asim Abdullah, pemilik Ungaro, optimistis Deacon bisa membawa napas segar pada rumah mode Prancis tersebut.
Nama baru juga menghampiri label Alexander McQueen. Sepeninggal pendirinya, Lee Alexander McQueen yang tewas bunuh diri akibat depresi. Gucci Group, pemilik label McQueen, menyatakan akan tetap meneruskan produksi Alexander McQueen.
“Saya memiliki keyakinan bahwa label Alexander McQueen akan terus sukses karena memiliki tim yang solid, penuh energi dan kreativitas yang merupakan hasil bentukan Lee (panggilan akrab McQueen),” ujar Robert Polet, CEO Gucci Group.
Untuk itu, pihak manajemen label menunjuk Sarah Burton, tangan kanan McQueen semasa hidupnya, guna menggantikan McQueen sebagai direktur kreatif. Burton merupakan lulusan sekolah mode Central Saint Martin dan telah bekerja untuk McQueen selama 16 tahun. Wanita kelahiran Manchester ini bergabung dengan McQueen pada 1996 dan bekerja langsung di bawah pengarahan sang desainer jenius.
Pada 2000, Burton diserahi tanggung jawab menangani departemen busana wanita. Selain itu, Burton diberi tanggung jawab menyelesaikan koleksi pamungkasnya yang dipertunjukkan di Paris, Maret lalu.
Dalam pernyataannya pada media, Burton mengatakan bahwa dirinya akan terus memegang teguh ajaran yang diberikan McQueen padanya.
“Bagi saya, karya-karya McQueen merupakan kreasi yang modern, penuh detail, dan punya gaya yang berbeda. Saya berniat untuk terus melanjutkan apa yang telah Lee (sapaan akrab McQueen) berikan,” papar Burton.
Lain lagi dengan rumah mode Hermes. Jean-Paul Gaultier, direktur kreatif yang selama tujuh tahun terakhir menjadi nakhoda lini womenswear, menyatakan mundur dan digantikan Christian Lemaire. Sebelumnya, Lemaire juga pernah bekerja di rumah mode Christian Lacroix, merilis labelnya sendiri, dan bergabung dengan Lacoste pada 2001.
“Hermes sangat berterima kasih kepada Jean-Paul Gaultier untuk kontribusi kreatifnya selama tujuh tahun terakhir,” ujar juru bicara Hermes.
Koleksi terakhir Gaultier untuk Hermes akan dipertunjukkan kepada publik pada Paris Fashion Week spring/summer 2011, Oktober mendatang, sementara debut Lemaire akan dipertunjukkan pada Maret 2011.
Source: okezone
Popularity: 4% [?]
Filed Under: News
See also:
- Sarah Burton, Desainer Pilihan Kate Middleton!
- Ini Dia Busana Resepsi Kate Middleton
- Hot Boots from Alexander McQueen
- Lady Gaga Siap Luncurkan Kacamata Hitam
- Bergaya Ala 70-an dengan Terusan Penuh Motif
- Nuansa Etnik Hiasi ‘Wajah Mode’ Ramadan
- Perdebatan Hebat Desainer Dunia: Stop Couture!
- Tsunami, Pekan Mode Jepang Resmi Dibatalkan
- Wajah Fashion Amsterdam
- Fashion Trend: Inspirasi dari Rumah Sakit Jiwa



