Uniknya Tren Fesyen Tiap Dekade

TREN fesyen selalu datang silih berganti sepanjang waktu. Jangan mengaku pecinta fesyen jika Anda tidak tahu tren apa saja yang sempat menghiasi dunia mode dari dekade ke dekade.

Dengan kemampuan padu padan yang baik, tren fesyen ini dapat Anda aplikasikan untuk memberikan sentuhan vintage dalam penampilan.

1920an: cocktail dress
Selama masa larangan di Amerika Serikat (1920-1933) banyak perempuan memilih mengenakan pakaian semi-kasual untuk menghadiri cocktail party yang digelar secara diam-diam. Hal ini karena penjualan, produksi, dan distribusi alkohol untuk konsumsi dilarang secara nasional. Itulah awal mula lahirnya gaun malam berpotongan pendek ini. Dengan sehelai cocktail dress mengagumkan di tangan, Anda bisa bebas keluar masuk berbagai pesta atau acara sosial yang dilangsungkan.

1930an: perhiasan imitasi
Coco Chanel dan sang rival Elsa Schiaparellu memperkenalkan lini perhiasan dan pernak-pernik imitasi dengan harga terjangkau pada awal dekade ini. Tiba-tiba, semua perempuan, bukan hanya masyarakat kelas atas, memiliki kebebasan untuk memadupadankan aksesori yang mencolok seperti kalung, cincin, dan gelang untuk dikenakan sehari-hari. Rangkaian gelang di tangan mampu menambahkan percikan modis secara instan pada penampilan.

1940an: strong shoulder
Bantalan bahu dan lengan menggelembung yang sempat menjadi trademark bintang film Joan Crawford dan Joan Collins pada tahun-tahun selanjutnya, berhasil memulai tren besar. Saat ini, tren tersebut kembali digandrungi. Akan tetapi, model yang lebih modern terlihat lebih anggun daripada model tahun 1980an. Meskipun demikian, mereka masih membuat bagian pinggul dan pinggang terlihat lebih kecil.

1950an: ladylike handbag
Meskipun sebenarnya tas model ini pertama kali dirancang pada 1892, saddle bag Hermes tidak begitu dikenal hingga 1956. Pada tahun itu, primadona Hollywood Grace Kelly (yang juga Puteri Monaco), difoto ketika sedang memegang tas tersebut untuk menyembunyikan kehamilannya dari jepretan kamera paparazzi. Sejak saat itu, kaum perempuan heboh membicarakan ”Kelly bag.” Saat ini, Anda harus mengantre di waiting list demi mendapatkan sebuah tas Hermes.

1960an: bold prints
Pada zaman ini, segalanya adalah tentang pemberontakan melawan kerapian dan gaya pastel dari tahun 1950an. Musik psychedelic, kebebasan cinta, dan pop art berjalan seiring dengan pola grafik dan warna-warna mencolok. Pilih rok geometris atau gaun bermotif polkadot untuk memberikan sentuhan berani pada pakaian yang terlalu konvensional.

1970an: platform shoe
Sepatu platform memang sudah diciptakan sejak 1930-1940an. Tetapi, baru pada 1970an sepatu yang memiliki ciri khas sol tebal itu menjadi simbol penampilan. Pada dekade tersebut, sejumlah trendsetter seperti Stevie Nicks, Cher, dan bahkan Elton John tidak dapat menahan diri untuk memamerkan tungkainya dalam sepatu platform. Anda bisa terlihat lebih tinggi dan ramping ketika mengenakan sepatu ini, tanpa harus tertatih-tatih seperti ketika mengenakan stiletto.

1980an: legging
Legging bukan hanya bisa digunakan untuk mengikuti kelas tari. Beberapa film seperti Flashdance dan Fame memperlihatkan masa-masa kejayaan para penari pada masa itu. Legging seketika menjadi sangat mudah ditemui membungkus kaki kaum perempuan yang berlalu-lalang di sepanjang jalan. Zaman sekarang, banyak perempuan mengenakan legging nyaman di balik gaun pendek untuk menciptakan tampilan super stylish.

Sumber media indonesia

Popularity: 3% [?]

Filed Under: NewsTrend

Tags:

See also:

RSSComments (0)

Trackback URL

Leave a Reply