<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>BoliBelle blog &#187; Batik</title>
	<atom:link href="http://blog.bolibelle.com/tag/Batik/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blog.bolibelle.com</link>
	<description>Gaya Etnik Modern Batik Murah Berkualitas</description>
	<lastBuildDate>Sat, 04 Feb 2012 10:23:46 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	
		<item>
		<title>1.000 Orang Akan Membatik Payung</title>
		<link>http://blog.bolibelle.com/news/1-000-orang-akan-membatik-payung.html</link>
		<comments>http://blog.bolibelle.com/news/1-000-orang-akan-membatik-payung.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 Sep 2011 05:56:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bolibelle</dc:creator>
				<category><![CDATA[Culture]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Batik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.bolibelle.com/?p=885</guid>
		<description><![CDATA[Sedikitnya 1.000 orang yang terdiri atas seniman, pelajar, dan perajin batik wanita di Kota Pekalongan akan membatik payung memperingati tiga tahun pengakuan batik sebagai warisan budaya tak benda asal Indonesia, 2 Oktober 2011.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sedikitnya 1.000 orang yang terdiri atas seniman, pelajar, dan perajin batik wanita di Kota Pekalongan akan membatik payung memperingati tiga tahun pengakuan batik sebagai warisan budaya tak benda asal Indonesia, 2 Oktober 2011.</p>
<p>Sekretaris Daerah Kota Pekalongan, Dwi Ari Putranto, di Pekalongan, Jumat (9/9/2011), mengatakan, kegiatan membatik payung yang akan digelar di kawasan Jalan Jetayu ini rencananya akan dihadiri Ibu Negara Ani Yudhoyono dan Ibu Herawati Boediono.</p>
<p>&#8220;Keduanya akan membatik payung bersama para istri menteri yang tergabung dalam Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu, seniman, dan pelajar dalam rangkaian kegiatan &#8216;Batik Fista&#8217;,&#8221; katanya.</p>
<p>Ke-1.000 orang pada kegiatan membatik payung itu terdiri atas 50 seniman, 750 pebatik wanita, dan 200 pelajar asal Kota Pekalongan.</p>
<p>Ia mengatakan, pada rangkaian &#8220;Batik Fiesta&#8221; tersebut juga akan digelar pameran batik dan bazar kuliner di gedung olahraga dan kesenian Jetayu.</p>
<p>&#8220;Kami memperkirakan sedikitnya 25 stan pameran batik dan 25 stan kuliner yang akan meramaikan pada kegiatan tersebut,&#8221; katanya.</p>
<p>Wali Kota Pekalongan Basyir Achmad mengatakan pada kegiatan membatik payung itu, Pemkot Pekalongan akan mengundang 30 orang diplomat dari negara sahabat, terutama ASEAN, Afrika Selatan, dan sebagian Eropa.</p>
<p>&#8220;Rencananya, Ibu Negara Ani Yudhoyono dan Ibu Herawati Boediono serta rombongannya akan berkunjung ke Kampung Wisata Batik Pesindon dan Kauman,&#8221; katanya.</p>
<p>Ia mengatakan, melalui kegiatan membatik payung dan kuliner itu, kerajinan batik Pekalongan akan semakin banyak dikenal oleh negara lain.</p>
<p>&#8220;Kami akan membuat kerajinan batik lebih dikenal masyarakat dunia sehingga bisa berdampak positif terhadap meningkatnya kesejahteraan perajin batik,&#8221; katanya. </p>
<p>Source: kompas</p>
<img src="http://blog.bolibelle.com/?ak_action=api_record_view&id=885&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.bolibelle.com/news/1-000-orang-akan-membatik-payung.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ingin &#8216;Batik&#8217; Tetap Awet?</title>
		<link>http://blog.bolibelle.com/tips-tricks/ingin-batik-tetap-awet.html</link>
		<comments>http://blog.bolibelle.com/tips-tricks/ingin-batik-tetap-awet.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Mar 2011 04:14:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bolibelle</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips & Tricks]]></category>
		<category><![CDATA[awet]]></category>
		<category><![CDATA[Batik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.bolibelle.com/?p=696</guid>
		<description><![CDATA[Batik merupakan warisan leluhur yang patut dilestarikan. Saat ini banyak orang menyukai batik. Selain sedang tren, batik juga merupakan ciri khas Indonesia.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Batik merupakan warisan leluhur yang patut dilestarikan. Saat ini banyak orang menyukai batik. Selain sedang tren, batik juga merupakan ciri khas Indonesia.</p>
<p>Saat ini batik tidak saja digunakan dalam acara resmi, tetapi dengan model saat ini batik juga pantas digunakan dalam acara informal.</p>
<p>Bagi Anda yang mempunyai pakaian batik atau penyuka batik, tentu Anda ingin merawat batik Anda sebaik-baiknya. Ada hal-hal yang harus Anda perhatikan saat proses pencucian atau saat penyimpanan.</p>
<p>Berikut beberapa saran dalam merawat pakaian batik agar terlihat sempurna.<br />
1. Cuci batik dengan sabun khusus atau menggunakan shampo.<br />
2. Jangan digosok dan jangan menggunakan detergen. Anda dapat menggunakan jeruk nipis bila pakaian batik Anda terkena noda.<br />
3. Jangan jemur batik pada tempat yang langsung terkena matahari, tetapi jemur batik di tempat yang teduh.<br />
4. Saat menyimpan dalam lemari, Anda dapat memasukkan akar wangi agar pakaian Anda tidak dirusak ngengat. [</p>
<p>Source: <a href="http://gayahidup.inilah.com/read/detail/1295982/ingin-batik-tetap-awet">inilah</a></p>
<img src="http://blog.bolibelle.com/?ak_action=api_record_view&id=696&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.bolibelle.com/tips-tricks/ingin-batik-tetap-awet.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengapa Batik Tak Bisa Menuntut Hak Cipta?</title>
		<link>http://blog.bolibelle.com/news/mengapa-batik-tak-bisa-menuntut-hak-cipta.html</link>
		<comments>http://blog.bolibelle.com/news/mengapa-batik-tak-bisa-menuntut-hak-cipta.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 22 Jan 2011 02:21:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bolibelle</dc:creator>
				<category><![CDATA[Culture]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Batik]]></category>
		<category><![CDATA[Hak Cipta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.bolibelle.com/?p=590</guid>
		<description><![CDATA[Batik memang sudah dikukuhkan oleh UNESCO sebagai warisan budaya tak benda sejak 2009 lalu. Namun dalam kenyataannya, motif batik masih rentan ditiru atau diakui oleh pihak lain. Tak usah menyebut negara lain, sesama pengusaha batik pun bisa saja meniru atau mengambil inspirasi dari batik buatan pengusaha lain. Kalau sudah begini, mengapa para pembatik tidak mendaftarkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Batik memang sudah dikukuhkan oleh UNESCO sebagai warisan budaya tak benda sejak 2009 lalu. Namun dalam kenyataannya, motif batik masih rentan ditiru atau diakui oleh pihak lain. Tak usah menyebut negara lain, sesama pengusaha batik pun bisa saja meniru atau mengambil inspirasi dari batik buatan pengusaha lain.</p>
<p>Kalau sudah begini, mengapa para pembatik tidak mendaftarkan batiknya untuk mendapatkan hak atas kekayaan intelektual (HaKI)? Salah satu contoh, dari 53 macam motif batik asli Bantul atau Bantulan, belum satu pun yang mengantongi sertifikat HaKI (baca artikel ini). Staf Ahli Bupati Bantul Bidang Perekonomian, Yahya, usai membuka temu usaha batik di Rumah Budaya Tembi, akhir November lalu, mengatakan bahwa mereka memang belum fokus ke HaKI.</p>
<p>&#8220;Fokus kami masih pada mengatasi kendala pemasaran batik. Batik Bantul harus bersaing dengan batik dari luar daerah seperti Pekalongan, Kulon Progo, Solo, dan Sleman. Belum lagi masuknya batik murah produksi China dan Malaysia,” katanya, seperti dikutip harian KOMPAS.</p>
<p>Meski belum memiliki HaKI, ujar Yahya, Bantul tidak khawatir motifnya dijiplak daerah lain atau perajin lain. Baginya, motif batik adalah seni yang sulit ditiru.</p>
<p>Namun Nur Cahyo, pemilik Batik Cahyo di Pekalongan, punya pendapat lain.</p>
<p>&#8220;Kalau motif batik itu tidak bisa didaftarkan, karena orang biasanya hanya menjiplak alurnya. Kalau bentuknya sudah dibelokkan sedikit, tidak bisa dibilang menjiplak,&#8221; tuturnya pada Kompas Female, saat kunjungan ke balai kerjanya Desember lalu. Desainer Edward Hutabarat, yang bekerjasama dengan PT Kao Indonesia untuk mengampanyekan &#8220;Cintaku Pada Batik Takkan Pernah Pudar&#8221;, mengiyakan ucapan Cahyo tersebut.</p>
<p>Meskipun begitu, pendaftaran batik tetap dilakukan oleh pengusaha batik. Hanya saja, yang didaftarkan adalah merek, bukan motif. Seperti merek Batik Cahyo, misalnya, yang sudah lima tahun terdaftar.</p>
<p>&#8220;Saling intip-mengintip (motif) itu biasa, kok. Toh, setiap orang punya ciri khas. Dari segi pewarnaan saja, tidak mungkin bisa sama,&#8221; tukasnya.</p>
<p>Source: <a href="http://female.kompas.com/read/xml/2011/01/21/17223511/mengapa.batik.tak.bisa.menuntut.hak.cipta">kompas</a></p>
<img src="http://blog.bolibelle.com/?ak_action=api_record_view&id=590&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.bolibelle.com/news/mengapa-batik-tak-bisa-menuntut-hak-cipta.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Fashion, Investasi Menjanjikan Yang Jarang &#8216;Dilirik&#8217;</title>
		<link>http://blog.bolibelle.com/culture/fashion-investasi-menjanjikan-yang-jarang-dilirik.html</link>
		<comments>http://blog.bolibelle.com/culture/fashion-investasi-menjanjikan-yang-jarang-dilirik.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Jul 2010 03:45:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bolibelle</dc:creator>
				<category><![CDATA[Culture]]></category>
		<category><![CDATA[Batik]]></category>
		<category><![CDATA[Fashion]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.bolibelle.com/?p=509</guid>
		<description><![CDATA[Fashion dan penampilan di samping dapat dinikmati keindahannya juga dapat menjadi barang investasi yang berguna di masa depan.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Fashion dan penampilan di samping dapat dinikmati keindahannya juga dapat menjadi barang investasi yang berguna di masa depan. Meski termasuk investasi yang bersifat spekulatif, tapi keuntungan yang didapat cukup menjanjikan.</p>
<p>&#8220;Investasi di bidang fashion atau investing in fashion memberi keuntungan yang tidak sedikit. Meski begitu, masyarakat terutama pecinta fashion belum banyak yang menangkap peluang tersebut. Padahal peluangnya masih cukup luas untuk dimasuki,&#8221; ujar penulis fashion Indonesia, Samuel Mulia di The Phoenix Hotel Yogyakarta, Selasa (27/7).</p>
<p>Samuel mengatakan fashion tidak hanya sebatas busana atau aksesoris saja, tapi juga hal yang lain yang berhubungan dengan fashion seperti jam tangan, tas, koper, atau barang-barang lain.</p>
<p>&#8220;Perlu diingat juga tidak semua barang memiliki peluang untuk diinvestasikan karena sangat berhubungan dengan kondisi barang tersebut baik dari sisi brand (merek-red), jenis, kualitas, maupun dari keterbatasan edisi produk tersebut,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Samuel mencontohkan koper koleksi pribadinya di awal pembelian hanya dengan harga Rp 6 juta saja. Seiring dengan perjalan waktu, koper miliknya yang tergolong unik dan langka ditawar oleh orang lain dengan nilai yang lebih tinggi dari harga awal. &#8220;Bagaimana tidak, koper yang saya miliki tergolong barang langka karena hanya segilintir orang saja yang memilikinya. Jadi harga jualnya meningkat,&#8221; katanya.</p>
<p>Investasi ini bersifat spekulatif, Samuel mengungkapkan dari sisi keuangan atau keuntungan tidak bisa langsung dilihat nilainya. Waktu menjadi faktor penting dalam bisnis ini selain juga faktor-faktor lainnya seperti keterbatasan produksi atau limited edition. &#8220;Untuk itu dituntut kesabaran untuk bisa melihat keuntungan yang didapat di masa depan,&#8221; tukasnya.</p>
<p>Menurutnya untuk mendapatkan barang yang sesuai dengan keinginan sekaligus berpeluang diinvestasikan, maka pecinta fashion atau kolektor dituntut untuk kuat dalam sisi jaringan yakni dengan mengikuti suatu komunitas tertentu.</p>
<p>&#8220;Komunitas sangat bermanfaat untuk mempermudah mendapatkan barang yang disukai sekaligus mempermudah dalam penjualan. Selain itu, dalam komunitas pun dapat menambah ilmu karena saling bertukar informasi seputar barang yang menjadi investasi masa depan,&#8221; katanya.</p>
<p>Menanggapi investasi di bidang fashion yang diutarakan Samuel, Ketua Umum Paguyuban Pecinta Batik Indonesia (PPBI) Sekar Jagad, Larasati Suliantoro Sulaiman mengatakan bahwa investasi bidang fashion bisa saja dilakukan asalkan bukan pada batik.</p>
<p>&#8220;Batik bukan untuk diinvestasikan, tapi harus diturunkan atau diwariskan ke anak cucu kita karena batik adalah pusaka kemanusiaan. Karenanya, batik harus terus dilestarikan dan dikembangkan oleh generasi selanjutnya,&#8221; tandasnya. </p>
<p>Source: krjogja</p>
<img src="http://blog.bolibelle.com/?ak_action=api_record_view&id=509&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.bolibelle.com/culture/fashion-investasi-menjanjikan-yang-jarang-dilirik.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Batik Sleman Dipromosikan di Pasar Internasional</title>
		<link>http://blog.bolibelle.com/news/batik-sleman-dipromosikan-di-pasar-internasional.html</link>
		<comments>http://blog.bolibelle.com/news/batik-sleman-dipromosikan-di-pasar-internasional.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 21 Mar 2010 11:26:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bolibelle</dc:creator>
				<category><![CDATA[Culture]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Batik]]></category>
		<category><![CDATA[Sleman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.bolibelle.com/?p=345</guid>
		<description><![CDATA[Batik tulis dari Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), gencar dipromosikan di pasar internasional seperti di beberapa negara bekas Uni Soviet, Jepang, Amerika, dan sejumlah negara di Asia Tenggara, karena prospeknya bagus.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Batik tulis dari Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), gencar dipromosikan di pasar internasional seperti di beberapa negara bekas Uni Soviet, Jepang, Amerika, dan sejumlah negara di Asia Tenggara, karena prospeknya bagus.</p>
<p>&#8220;Pasar internasional mulai melirik batik Sleman yang memiliki motif gambar gajah maupun alam dengan dominasi warna biru,&#8221; kata Bambang Sumardiyono, pemilik Wisata Batik Nakula Sadewa, di Sleman, Minggu (21/3).</p>
<p>Menurut dia, jika selama ini yang banyak dikenal adalah batik Pekalongan, Yogyakarta maupun Solo, kini ia mulai mempromosikan batik Sleman yang diproduksi di Sleman dan memiliki ciri khas tersendiri, baik motif maupun warnanya.</p>
<p>&#8220;Saya hanya berusaha memperkenalkan bahwa Sleman juga merupakan daerah yang memproduksi batik, dan tidak kalah dengan batik dari daerah lain,&#8221; katanya.</p>
<p>Ia mengatakan dalam setiap pameran di sejumlah negara seperti Rusia, Latvia, Jepang, Jerman, dan Amerika, ternyata apresiasi masyarakat setempat terhadap batik Sleman positif.</p>
<p>&#8220;Minat masyarakat di negara-negara itu sangat tinggi, dan mereka memberikan penghargaan yang tinggi pula terhadap batik tulis yang memiliki nilai seni,&#8221; katanya.</p>
<p>Ia mengatakan sebanyak apa pun batik yang dipamerkan, pasti ludes dibeli, bahkan batik yang digunakan untuk display juga dibeli setelah pameran usai.</p>
<p>&#8220;Saat ini permintaan terhadap batik di negara-negara tersebut cukup tinggi, dan dalam satu bulan minimal omzet penjualan mencapai Rp200 juta lebih,&#8221; katanya.</p>
<p>Bambang mengatakan untuk mempertahankan pasar batik Sleman di dunia internasional, pihaknya berusaha menjaga kualitas terutama dalam penggunaan bahan pewarna alam.</p>
<p>&#8220;Mereka sangat menghargai penggunaan pewarna alam, sehingga kami tetap mengutamakan pewarna jenis ini,&#8221; katanya.</p>
<p>Menurut dia, kualitas warna memang lebih bagus jika menggunakan pewarna sintetis atau kimia, namun pihaknya terus berusaha agar warna alam dapat sebagus pewarna sintetis.</p>
<p>Source: <a href="http://inilah.com/news/read/gaya-hidup/2010/03/21/411522/batik-sleman-dipromosikan-di-pasar-internasional/">Inilah</a></p>
<img src="http://blog.bolibelle.com/?ak_action=api_record_view&id=345&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.bolibelle.com/news/batik-sleman-dipromosikan-di-pasar-internasional.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nuansa Oriental Modern dan Glamor dari Allure</title>
		<link>http://blog.bolibelle.com/news/nuansa-oriental-modern-dan-glamor-dari-allure.html</link>
		<comments>http://blog.bolibelle.com/news/nuansa-oriental-modern-dan-glamor-dari-allure.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Feb 2010 15:18:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bolibelle</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Batik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.bolibelle.com/?p=255</guid>
		<description><![CDATA[Batik kini tak lagi harus terlihat kaku dan tegas. Bahan-bahan halus seperti sutera dan sifon layak jadi pilihan untuk tampil profesional sekaligus bergaya.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Batik kini tak lagi harus terlihat kaku dan tegas. Bahan-bahan halus seperti sutera dan sifon layak jadi pilihan untuk tampil profesional sekaligus bergaya.</p>
<p>Pada Fashion Show &#8216;The Allure Of Prosperity&#8217; yang berlangsung di Grand Indonesia, Rabu petang, 17 Februari 2010, Allure Batik menampilkan lima sekuens dengan tema yang terinspirasi semangat perayaan Tahun Baru Imlek.</p>
<p>Tema-tema dewasa yang terdiri dari 24 outfit didominasi warna-warna seperti merah, kuning, dan gold yang menunjukkan perayaan Imlek.</p>
<p>Operational Director Allure Batik Zakaria Hamzah menyatakan, sesuai dengan tema Prosperity, kali ini Allure mengambil motif abstrak-etco yang unik, ekslusif, dan glamor. “Citra yang keluar adalah profesionalisme dan ekslusif yang menampilkan citra kesuksesan Anda terbangun dengan sempurna,” katanya.</p>
<p>Menurut Jaka, hasil rancangan dengan bahan yang lebih banyak bermain pada bahan sutera dan sifon membuat kesan batik yang selama ini kaku pupus. Lagipula tren dunia saat ini lebih banyak didominasi kain-kain yang berbahan halus dan lembut.</p>
<p>Vice Director Allure Batik, Ade Kartika mengungkapkan, motif abstrak-etco dipilih karena motif ini akan selalu tepat untuk dipakai dalam segala keperluan dan tempat. Di tangan perancang Allure, motif abstrak-etco ini menjadi sangat indah, cantik, dan modern.</p>
<p>&#8220;Merah kerap diindentikkan dengan warna Tahun baru Imlek. Allure Batik memakai warna merah dalam desainnya kali ini karena memang warna merah akan mencitrakan pribadi yang berani, kuat, dan penuh percaya diri&#8221; , ungkap Ade.</p>
<p>Sedang warna kuning akan membuat anda tampil muda, penuh semangat, dan imajinasi serta menawarkan hubungan yang tulus. &#8220;Ketulusan penting dalam menentukan sebuah hubungan. Karena hubungan apapun yang anda inginkan, baik itu hubungan personal maupun bisnis yang terpenting adalah hubungan itu berjalan dengan langgeng.&#8221; Sedang warna gold adalah lambang kesempurnaan bisnis anda, memberi citra keagungan, kemakmuran dan kesuksesan.</p>
<p>Di segmen anak, Allure banyak menampilkan motik anak yang dinamis dan santai dalam segmen Amanda and friends dan Allure Kids.</p>
<p>Koleksi Allure Kids dengan desain-desain terbaiknya menampilkan lebih banyak koleksinya pada peragaan busana kemarin. Desain Allure Kids yang segar dan santai membuat tampilan si kecil menjadi segar, lucu, menggemaskan dan cantik. “Kami berharap desain-desain kami akan mampu membangun rasa percaya diri sehingga mereka akan bersemangat,” kata Ade.</p>
<img src="http://blog.bolibelle.com/?ak_action=api_record_view&id=255&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.bolibelle.com/news/nuansa-oriental-modern-dan-glamor-dari-allure.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mewahnya Batik dari Bahan Chiffon</title>
		<link>http://blog.bolibelle.com/news/mewahnya-batik-dari-bahan-chiffon.html</link>
		<comments>http://blog.bolibelle.com/news/mewahnya-batik-dari-bahan-chiffon.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Feb 2010 07:59:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bolibelle</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Batik]]></category>
		<category><![CDATA[chiffon]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.bolibelle.com/?p=235</guid>
		<description><![CDATA[Allure Batik kembali mengeluarkan koleksi batiknya yang bertema modern hingga klasik. Sekitar 20 busana batik dewasa digelar di atrium Grand Indonesia Shopping Town, Rabu (17/2/2010).]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Allure Batik kembali mengeluarkan koleksi batiknya yang bertema modern hingga klasik. Sekitar 20 busana batik dewasa digelar di atrium Grand Indonesia Shopping Town, Rabu (17/2/2010). Koleksi yang ditampilkan ini mengambil tema &#8220;The Allure Prosperity, Night of Thousand Laterns&#8221;. Dari tema tersebut, terlihat bahwa koleksi busana yang ditujukan untuk pria dan wanita di atas 25 tahun itu masih terinspirasi dengan perayaan hari raya Imlek, sekaligus menyambut perayaan Cap Gomeh.</p>
<p>Koleksi yang dipamerkan dalam fashion show tersebut menampilkan desain yang glamor dan elegan, cocok dikenakan dalam kesempatan yang formal.</p>
<p>Motif yang ditampilkan adalah abstrak-eco, motif tradisional seperti motif batik Kawung dari Solo dan Jogja, motif parang rusak, truntum-Jogja, dan batik yang modern seperti motif paisley. &#8221;Kita juga menggunakan desain yang tidak hanya vertikal atau horisontal, tapi juga bermain dengan desain batik yang dibuat diagonal,&#8221; ujar Zakaria Hamzah, Operational Director Allure Batik.</p>
<p>Bahan yang digunakan adalah sutra chiffon, batik sutra tbm (tenun bukan mesin), katun doby, katun doby embos, dan pure sutra. Jika dilihat, bahan batik-batik ini juga makin simpel mengikuti tren dunia. &#8221;Bahan yang kita gunakan sekarang mengarah ke bahan-bahan yang sedikit melayang, lurus, dan tidak berkesan kaku atau berat layaknya batik untuk keperluan formal,&#8221; jelas Zakaria.</p>
<p>Sedangkan untuk warna, Allure banyak menampilkan merah, biru tua, kuning, dan hijau. Sementara itu, untuk model amat bervariasi namun rata-rata mengetengahkan terusan mini, blazer lepas tanpa kancing, terusan dengan kerah encim dan kancing China, hingga kemeja. Harga busana batik Allure dewasa berkisar dari Rp 500.000 hingga Rp 20 juta untuk gaun pesta.</p>
<p>Sumber kompas </p>
<img src="http://blog.bolibelle.com/?ak_action=api_record_view&id=235&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.bolibelle.com/news/mewahnya-batik-dari-bahan-chiffon.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Budaya China Dalam Batik Indonesia</title>
		<link>http://blog.bolibelle.com/news/budaya-china-dalam-batik-indonesia.html</link>
		<comments>http://blog.bolibelle.com/news/budaya-china-dalam-batik-indonesia.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Feb 2010 02:29:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bolibelle</dc:creator>
				<category><![CDATA[Culture]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Batik]]></category>
		<category><![CDATA[China]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.bolibelle.com/?p=177</guid>
		<description><![CDATA[Pengaruh budaya China pada kehidupan di bumi Nusantara telah dirasakan sejak abad ke-13]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pengaruh budaya China pada kehidupan di bumi Nusantara telah dirasakan sejak abad ke-13 dan semakin berkembang hingga orang-orang China mulai membuat batik pada awal abad ke-19.</p>
<p>Pengaruh China pada jaman tersebut mempengaruhi corak dan ragam motif batik yang melahirkan perpaduan karya seni batik oriental dan Nusantara yang sangat indah.</p>
<p>Akulturasi budaya sejak ratusan tahun lalu dan terus berkembang sampai saat ini, makin terasa seiring semakin dibukanya peluang masyarakat etnis Tionghoa untuk mengekpresikan budayanya.</p>
<p>Orang-orang China yang saat itu mendirikan pemukiman-pemukiman, terutama di badar-bandar penting di Pulau Jawa, seperti Indramayu, Cirebon, Pekalongan, Lasem dan Tuban, berbaur dengan penduduk asli.</p>
<p>Mereka bahkan ada yang pelakukan perkawinan budaya, dan melahirkan keturunan yang disebut &#8220;peranakan&#8221;.</p>
<p>Uniknya, etnis China di Nusantara tetap membawa serta adat-istiadat, agama dan budaya tanah leluhur mereka dengan diselaraskan dengan budaya setempat.</p>
<p>Banyak etnis China yang akhirnya berpakaian dengan mengikuti cara berpakaian penduduk setempat. Para wanitanya mengenekan sarung batik, sedangkan prianya memakai celama dari bahan batik.</p>
<p>Hal inilah yang menyebabkan munculnya kreasi batik-batik dengan ragam hias yang berasal dari budaya China.</p>
<p>Batik China adalah jenis batik yang dibuat oleh orang-orang China atau peranakan yang pada mulanya menampilkan pola-pola dengan ragan hias satwa mitos China, seperti naga, siang, burung phoenix (burung hong), kura-kura, kilin (anjing berkepala singa), serta dewa dan dewi Kong Hu Chu.</p>
<p>Ada pula ragam hias yang berasal dari keramik China kuno, serta ragam hias berbentuk mega dengan warna merah atau merah dan biru.</p>
<p>&#8220;Pada 1910-an, berkembanglah batik China yang mengandug ragam hias buketan atau bunga-bunga, karena Batik China mulai dipengaruhi pola Batik Belanda yang pada saat itu sangat laku dipasaran,&#8221; kata Asti Suryo, Asisten Manajer Kurator Museum Batik Danar Hadi Solo.</p>
<p>Perlengkapan Keagamaan</p>
<p>Kepandaian Orang-orang China berdagang serta keuletan dalam berusaha, akhirnya membuat mereka dapat menempatkan batik sebagai mata dagangan ekspor.</p>
<p>&#8220;Mereka dapat dikatakan merupakan lingkungan pertama yang mengembangkan batik sebagai kebutuhan busana dan gaya berpakaian serta pola-pola batik di lingkungan mereka, sehingga lahirlah apa yang disebut Batik China,&#8221; katanya.</p>
<p>Selain sebagai bahan busana, sebagian besar batik yang mereka hasilkan digunakan sebagai perengkapan keagamaan, seperti kain altar (tok-wi) dan taplak meja (muk-li).</p>
<p>Sarung-sarung batik yang mereka hasilkan berupa batik-batik dengan pola yang bentuknya sangat mirip dengan pola tekstil ataupun hiasan pada keramik China, seperti banji yang melambangkan kebahagian, ataupun kelelawar yang melambangkan nasib baik.</p>
<p>Pada perkembangannya, Batik China menampakkan pola-pola yang lebih beragam, antara lain pola-pola dengan pengaruh ragam hias Batik Keraton seperti yang terlihat pada Batik Dua Negeri dan Tiga Negeri.</p>
<p>Daerah perkembangan Batik China meliputi daerah pesisir maupun pedalaman dengan nuansa yang dipengaruhi lingkungan. Daerah tersebut adalah Cirebon, Pekalongan, Lasem, Demak dan Kudus.</p>
<p>Lasem terkenal dengan selendang lokcan-nya (burung phoenix) sebagai ragam hias utamanya, sedangkan Demak dan Kudus mempunyai ciri khas dalam isen latar, antara lain &#8220;gabah sinawur&#8221;, &#8220;dele kecer&#8221; dan &#8220;mrutu sewu&#8221;.</p>
<p>Pekalongan sebagai tempat terdapatnya perusahaan-perusahaan Batik China, menghasilkan karya-karya &#8220;terbaik&#8221; seperti Oey Soe Tjoen, The Tie Siet, Oey Kok Sing dan lain-lain, mempunyai ciri khas produk yang terpengaruh budaya Belanda.</p>
<p>Meski demikian batik China yang dibuat mereka tetap mengandung nilai filosofis China. Hal ini sesuai dengan faham yang dianut orang China, bahwa usia menentukan apa yang dipakai.</p>
<p>Kini Batik China masih meninggalkan jejaknya di dunia perbatikan Indonesia dan terkenal dengan karya batik yang merupakan adikarya batik Indonesia, katanya.</p>
<p>Batik Printing</p>
<p>&#8220;Batik tetap milik bangsa Indonesia, apa yang terjadi dalam perkembangan batik itu hanya terpengaruh seni dan budayanya saja, tetapi yang membatik juga bangsa-bangsa kita sendiri,&#8221; kata Diana Santosa,SE Manajer PT Danar Hadi Solo.</p>
<p>Jadi meskipun motif-motif batik China telah berkembang di Indonesia, di Negara China sendiri tidak ada batik tulis atau cap yang dibuat seperti di Indonesia.</p>
<p>&#8220;Di Cina itu adanya hanya batik printing seperti apa yang juga dibuat di Indonesia dan itu sebagian besar juga pesanan dari para pedagang Indonesia, karena di China lebih murah,&#8221; kata Diana Santosa SE putri pengusaha batik terkenal di Indonesia tersebut.</p>
<p>Batik Danar Hadi tiga tahun lalu sebagian besar dipakai kaum pria, tetapi sekarang sudah tidak lagi. &#8220;Konsumen kaum putri saat ini mengalami kenaikan yang signifikan,&#8221; katanya.</p>
<p>&#8220;Permintaan pakaian batik untuk kaum wanita di tempat kami mengalami knaikan 100 persen lebih, sampai kami mengalami kesulitan untuk mencari penjahit pakaian wanita, untuk memenuhi permintaan konsumen itu,&#8221; katanya.</p>
<p>Diberlakukannya ASEAN-China Free Trade Agreement(ACFTA), bagi PT Danar Hadi tidak ada masalah. ACFTA merupakan tantangan yang harus disikapi dengan baik.</p>
<p>&#8220;Jadi tekstil dari China yang masuk ke Indonesia bukan batik seperti kita miliki itu, tetapi itu tekstil batik. Batik seperti yang kita miliki dengan batik printing jelas itu sangat berbeda,&#8221; paparnya.</p>
<p>Untuk menyikapi persoalan-persoalan tersebut PT Batik Danar Hadi Solo juga terus mencari terobosan-terobosan dalam memasarkan dan mempertahankan eksitensi keberadaan batik Indonesia yang telah diakui sebagai warisan budaya dunia.</p>
<p>PT Batik Danar Hadi mulai tanggal 6-13 Februari 2010 akan menggelar Festival Batik China dan sekaligus menggelar pameran Batik Cina Kuno di Museum Batik Danar Hadi Solo untuk umum, kata Public Relation and Communication Consultan acara tersebut R.Ay Febri H.Dipokusumo.</p>
<p>Acara tersebut selain untuk hari kunjungan museum juga dalam rangka menyambut Imlek 2010. Pada acara ini nantinya akan diperagakan batik-batik yang bermotif budaya China. Serta akan digelar pameran Batik China Kuno koleksi PT Batik Danar Hadi.</p>
<p>H. Santosa Doellah pemilik PT Batik Danar Hadi memiliki koleksi batik China Kuno sebanyak 2.800, diantaranya ada yang berumur 200 tahun yang nantinya akan dipamerkan tersebut.</p>
<p>Lewat pameran batik ini diharapkan generasi muda mengetahui perjalanan panjang batik yang ada di Indonesia.</p>
<p>Sumber antara</p>
<img src="http://blog.bolibelle.com/?ak_action=api_record_view&id=177&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.bolibelle.com/news/budaya-china-dalam-batik-indonesia.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Batik Makin Trendi Saja</title>
		<link>http://blog.bolibelle.com/news/batik-makin-trendi-saja.html</link>
		<comments>http://blog.bolibelle.com/news/batik-makin-trendi-saja.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 22 Jan 2010 02:07:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bolibelle</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Trend]]></category>
		<category><![CDATA[Batik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.bolibelle.com/?p=65</guid>
		<description><![CDATA[Setelah sempat mereda tahun lalu, tren batik kembali naik setelah perayaan ditetapkannya batik sebagai warisan budaya oleh UNESCO pada 2 Oktober 2009. Hal ini menyebabkan pemakaian batik kembali bergairah.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah sempat mereda tahun lalu, tren batik kembali naik setelah perayaan ditetapkannya batik sebagai warisan budaya oleh UNESCO pada 2 Oktober 2009. Hal ini menyebabkan pemakaian batik kembali bergairah. Hampir semua pusat perbelanjaan di Jakarta kembali memajang produk batik dengan ragam desain dan motif. Tak hanya busana wanita yang semakin kreatif modelnya, busana pria, bahkan anak-anak, pun sudah semakin bervariasi.</p>
<p>Jika Anda berkunjung ke Pasaraya Blok M, Jakarta Selatan, naiklah ke lantai dua. Anda akan menemukan area khusus wanita yang disebut Ladies Fashion, di mana batik ragam corak dan warna tertata memancing mata.<span id="more-65"></span></p>
<p>Sejak tanggal 2 Oktober tersebut, Lisa Wijaya, merchandiser Pasaraya, mengatakan bahwa pengunjung lantai dua pusat belanja ini naik dua kali lipat. Menurut dia, hal ini disebabkan Pasaraya memberikan pilihan lebih banyak kepada pengunjung dengan membagi area menjadi dua bagian utama, Formal dan Ladies Fashion.</p>
<p>&#8220;Di area Formal, 100 persen produk batik adalah batik tulis. Desain, corak, dan warnanya sangat klasik. Berbeda dengan area Ladies Fashion yang ada paduan antara batik tulis, print, dan cap. Model, corak, dan warnanya juga bervariasi,&#8221; papar Lisa kepada Kompas Female.</p>
<p>Menurut Lisa, tren terkini yang banyak digemari perempuan adalah batik berpola terusan, lengan pendek, dengan gradasi warna yang cantik dan masih kental motif tradisional khas batik seperti parang rusak.</p>
<p>&#8220;Batik gaya anak muda mendominasi, seperti backless, sackdress, blouse, blazer, rok, minidress, yang juga cocok untuk kantoran, bahkan acara formal,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Mulai dari gaya kasual hingga formal, bahkan untuk busana kerja pun, batik makin cantik saja digunakan. Padankan dengan jeans atau legging, maka lengkap sudah: cantik, bergaya, dan kental tradisi.</p>
<img src="http://blog.bolibelle.com/?ak_action=api_record_view&id=65&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.bolibelle.com/news/batik-makin-trendi-saja.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Batik Designs: A Cultural Development Influenced by Changes in Time &amp;  Environment</title>
		<link>http://blog.bolibelle.com/culture/batik-designs-a-cultural-development-influenced-by-changes-in-time-environment.html</link>
		<comments>http://blog.bolibelle.com/culture/batik-designs-a-cultural-development-influenced-by-changes-in-time-environment.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Sep 2009 00:24:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bolibelle</dc:creator>
				<category><![CDATA[Culture]]></category>
		<category><![CDATA[Batik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.bolibelle.com/?p=50</guid>
		<description><![CDATA[One of the fascinating characteristics of Indonesian batik is the changes in style, motif and color which have come about through exposure to various foreign cultures. Throughout Indonesian history, each time the rich batik tradition has come into contact with foreigner traders or colonial rulers, they have influenced the development of batik.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>One of the fascinating characteristics of Indonesian batik is the changes in style, motif and color which have come about through exposure to various foreign cultures. Throughout Indonesian history, each time the rich batik tradition has come into contact with foreigner traders or colonial rulers, they have influenced the development of batik. Some of the more famous results are described below:<span id="more-50"></span></p>
<p>Batik Kraton</p>
<p>Batik Kraton is regarded as the basic batik of Java. It is rich in Hindu-influenced motifs that have influenced the courts of Java since the 5th century, and later on influenced by the culture of Islam. The Hindus introduced the sacred bird &#8211; Garuda, the sacred flower &#8211; lotus, the dragon &#8211; Naga and the tree of life. Islam, since it forbids the depiction of humans or animals, brought stylized and modified ornaments as symbols, i.e., flowers and geometric designs.</p>
<p>As a specific attire in the dress code of the courts of Java, Batik Kraton is easily recognized through its sub-divisions, Batik Kasunanan Surakarta, Batik Kasultanan Yogyakarta, Batik Pura Mangkunegaran and Batik Pura Pakualaman. Over time, changes and modifications distinguished Batik Mangkunegaran from Batik Kasunanan, even though both originated from the same source. Batik Pakualaman, from the city of Yogyakarta, originated from both Kasunan and Kasultanan design traditions and is more unique because the whole process was completed in Surakarta.<br />
Batik Belanda</p>
<p>Even though Chinese traders arrived earlier in Java than the Europeans, their influence on batik was evident in a later period. Batik Belanda, literally Dutch Batik, appeared as early as 1840, decades before the appearance of Batik Cina, Chinese Batik. Records show that European settlers on the northern coast of Java started their batik producing activities in the mid-19th century. They pioneered a new era of international enrichment which is still visible in modern day Indonesian batik. Reaching its peak of creativity in 1890-1910, Batik Belanda is clearly recognized through various works of arts named after the great designers. Amongst the most famous of these are Batik Van Zuylen from Elize Charlotte van Zuylen, Batik Van Oosterom from Catharina Carolina van Oosterom, Batik Prankemon from Carolina Josephina von Franquemont, Batik Metz from Lies Metzlar, Batik Yans from A.J.F. Yans, and Batik Coenrad from Coenrad of Pacitan, East Java.<br />
Batik Cina</p>
<p>Highly influenced by the Chinese culture, emerging decades after Batik Belanda, Batik Cina is easily recognized by the vast range of uniquely Chinese motifs including, dragons, phoenix, snakes, lions, traditional Chinese flowers and designs taken from chinaware. It is also easily recognized through its bright as well as pastel colors. In its effort to penetrate the Surakarta and Yogyakarta markets, Batik Cina appeared in two derivatives, Batik Dua Negri and Batik Tiga Negri, processed in the north coastal Pesisiran, Surakarta and Yogyakarta in Central Java. Batik Cina is still in production in the coastal cities of Pekalongan (Oey Soe Tjoen in Kedungwuni), Cirebon, Kudus and Demak. Batik Hokokai</p>
<p>Especially designed for the Japanese during the period that the Japanese occupied Indonesia (1942-1945) the specific designs of Batik Hokokai, which appealed to Japanese tastes, attracted Chinese consumers in Java and Malaya as well. Highly influenced by Japanese design in motifs and coloring, fine intricate backgrounds enhanced the appearance of beautifully designed flowers. Batik Hokokai was mostly styled as Kain Pagi Sore batik with the colors and patterns different on each half of the fabric length. Favorite motifs included Parang and Lereng.<br />
Batik Indonesia</p>
<p>Freedom from Dutch colonial rule introduced new designs to Indonesian batik. In the early 50s, President Soekarno encouraged the creation of a new style of batik, popularly called Batik Indonesia. A symbiosis between various styles of batik, especially of the principalities of Yogyakarta and Surakarta and the north coast of Java, which still utilized soga brown as the basic color, Batik Indonesia was developed utilizing bright colors. Some appeared in a totally new design, i.e., Cendrawasih, Sruni, Sandang Pangan, Udang, while still using the traditional processing system. Batik Indonesia is also called Batik Modern.<br />
Batik Sudagaran</p>
<p>An important genre in the development of batik, Batik Sudagaran emerged as early as the end of the 19th century in the principalities of Surakarta and Yogyakarta. Produced by sudagar or batik merchants, it is easily recognized through the modified classic ornaments styled to the taste of the merchants. Some of the popular creations are the patchwork style Tambal, Parang with the insertion of snail-like motifs, Lereng filled with extra fine spirals called Ukel and Semen that shows high quality workmanship.<br />
Batik Pesisir</p>
<p>The distinctive designs of batik pesisir are those from the northern coastal cities of Java, including Pekalongan and Cirebon. The designs show Chinese influence through their use of brighter colors, flowers and cloud motifs.</p>
<p>This article was developed from information provided by Batik Danar Hadi.</p>
<img src="http://blog.bolibelle.com/?ak_action=api_record_view&id=50&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.bolibelle.com/culture/batik-designs-a-cultural-development-influenced-by-changes-in-time-environment.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

